REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kehadiran program Sekolah Rakyat merupakan ikhtiar penting negara dalam menjawab persoalan mendasar bangsa.
Apresiasi positif terhadap kebijakan presiden Prabowo Subianto tersebut yang memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, bermutu, dan bermartabat.
"Di tengah tantangan ketimpangan sosial, Sekolah Rakyat bukan sekadar kebijakan pendidikan, melainkan representasi kehadiran negara dalam menyiapkan masa depan bagi mereka yang kerap berada di pinggir kesempatan" ujar Ketua Umum Yayasan Universitas Jayabaya Moestar Putra Jaya dalam siaran persnya, Selasa (19/5/2026).
Namun pendidikan yang kuat sesungguhnya tidak cukup hanya menghadirkan ruang belajar, guru, dan kurikulum. Moestar mengatakan pendidikan harus dipahami sebagai proses membangun manusia Indonesia seutuhnya.
Artinya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan kesehatan fisik dan mental. Dalam konteks inilah keterlibatan dokter dan dokter gigi dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat menjadi langkah cerdas, strategis, dan berorientasi masa depan.
"Dokter dan dokter gigi bukan sekadar hadir untuk pemeriksaan kesehatan semata, melainkan membawa misi besar edukasi preventif," tambahnya.
Ia mengatakan anak-anak perlu dikenalkan sejak dini pada pentingnya pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi, kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, serta kesadaran bahwa kesehatan adalah fondasi utama untuk meraih cita-cita.
Sebab realitas menunjukkan, banyak potensi anak bangsa terhambat bukan karena kurang cerdas, tetapi karena persoalan kesehatan yang terabaikan. Sinergi antara pendidikan dan layanan kesehatan di Sekolah Rakyat mencerminkan paradigma pembangunan manusia yang lebih utuh.
"Sekolah tidak lagi hanya menjadi tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga ruang membangun karakter hidup sehat.Dari sinilah lahir generasi yang bukan hanya pintar di atas kertas, tetapi juga kuat menghadapi kehidupan," tegasnya lagi.
Menurut Moestar langkah ini juga menunjukkan bahwa negara sedang menanam investasi sosial jangka panjang. Generasi sehat akan lebih produktif, lebih percaya diri, dan memiliki daya saing lebih tinggi. Sebaliknya, mengabaikan kesehatan anak-anak sekolah sama saja dengan membiarkan masa depan bangsa berjalan pincang.
Menuju Indonesia Emas, lanjut Moestar, Indonesia membutuhkan kebijakan yang tidak parsial. Sekolah Rakyat dengan dukungan dokter dan dokter gigi adalah contoh bahwa pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial dapat berjalan dalam satu tarikan visi besar.
"Inilah pendidikan yang sesungguhnya, bukan hanya mencerdaskan otak, tetapi juga merawat tubuh, membangun karakter, dan memuliakan masa depan," lanjutnya.
Pada akhirnya, bangsa besar bukan hanya ditentukan oleh banyaknya anak yang bersekolah, tetapi oleh sejauh mana sekolah mampu melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya.
Sekolah Rakyat memiliki peluang menjadi tonggak penting menuju cita-cita tersebut. Negara hadir, pendidikan berjalan, kesehatan terjaga dan masa depan bangsa pun disiapkan dengan lebih bermakna.

5 days ago
8
















































