PGN Dukung Transisi Energi di Industri Kesehatan Lewat Pasokan CNG ke Bio Farma

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemanfaatan gas bumi di sektor kesehatan mulai diperluas sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional industri strategis nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi fasilitas produksi yang menopang layanan kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) dalam pemanfaatan compressed natural gas (CNG) di fasilitas produksi Bio Farma di Bandung. Kolaborasi ini menjadi penggunaan CNG pertama bagi Bio Farma sebagai sumber energi dalam kegiatan operasional produksinya.

Direktur Operasi PT Bio Farma Iin Susanti mengatakan penggunaan CNG merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG), khususnya melalui pemanfaatan energi yang lebih rendah emisi.

"Bio Farma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG," ujar Iin.

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan CNG ke sektor-sektor esensial yang memiliki peran penting bagi masyarakat, termasuk industri kesehatan.

"Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena menyangkut kesinambungan produksi yang berdampak langsung pada layanan kesehatan publik," kata Santiaji.

PGN Gagas merupakan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang menyediakan layanan gas bumi di luar jaringan pipa melalui CNG dan liquefied natural gas (LNG). Perusahaan melayani pelanggan industri dan komersial yang belum terjangkau jaringan distribusi gas pipa.

Kerja sama dengan Bio Farma menambah portofolio pelanggan layanan Gaslink milik PGN Gagas. Hingga Juni 2026, layanan tersebut telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran gas hampir mencapai 11 BBTUD.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional Bio Farma, PGN Gagas akan memasok CNG sekitar 300 ribu meter kubik per bulan. Penggunaan energi tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.

Sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara yang produknya telah digunakan di lebih dari 150 negara, Bio Farma membutuhkan pasokan energi yang andal untuk menjaga kesinambungan proses produksinya. Karena itu, pemanfaatan gas bumi dinilai tidak hanya mendukung efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi bagi industri kesehatan nasional.

Kolaborasi tersebut juga menjadi contoh sinergi antarbadan usaha milik negara dalam mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih, sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi di sektor industri.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |