INSTITUT Pasteur Prancis menyatakan virus Andes yang terdeteksi pada penumpang kapal pesiar MV Hondius cocok dengan varian hantavirus yang telah lama beredar di Amerika Selatan. Sejauh ini tidak ditemukan karakteristik baru yang membuat virus tersebut lebih mudah menular maupun lebih berbahaya.
Lembaga tersebut telah melakukan pengurutan penuh genom virus yang ditemukan pada penumpang asal Prancis itu. Hasil analisis genomik menunjukkan virus tersebut identik dengan virus yang ditemukan pada kasus lain di kapal pesiar tersebut, serta sangat mirip dengan sampel virus Andes yang beredar di Amerika Selatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Virus yang dianalisis sesuai dengan virus yang sudah dikenal dan dipantau di Amerika Selatan,” kata Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist melalui platform X pada Jumat lalu, dikutip dari laporan MedicalXpress, 16 Mei 2026.
“Pada tahap ini, tidak ada unsur yang menunjukkan munculnya bentuk virus yang bisa lebih mudah menular atau lebih berbahaya,” ujarnya menambahkan.
Institut Pasteur menyebut virus yang ditemukan pada para pasien dari kapal tersebut identik satu sama lain dan memiliki kemiripan sekitar 97 persen dengan sejumlah virus Andes yang beredar di Amerika Selatan, termasuk yang ditemukan pada hewan pengerat.
Kepala unit Lingkungan dan Risiko Infeksi Institut Pasteur Jean-Claude Manuguerra mengatakan variasi yang tersisa tampaknya merupakan variasi alami virus dan tidak terlihat memengaruhi karakteristik virus yang terdeteksi pada para pelancong.
“Pekerjaan pengurutan ini memungkinkan kami memahami virus dengan lebih baik dan memastikan pemantauan kesehatan yang ketat,” kata Rist. Ia juga menyebut data hasil penelitian tersebut akan dibagikan kepada komunitas ilmiah internasional.
Penumpang asal Prancis yang terinfeksi diketahui positif setelah melakukan perjalanan menggunakan MV Hondius dan saat ini menjalani perawatan di Paris. Otoritas Prancis sebelumnya menyatakan pasien tersebut berada dalam kondisi serius.
Sementara itu, wabah di kapal pesiar tersebut telah mencapai 11 kasus dengan sembilan kasus telah terkonfirmasi. Tiga orang meninggal dunia dalam pelayaran itu, termasuk pasangan asal Belanda yang diyakini pejabat kesehatan sebagai pihak pertama yang terpapar virus saat berkunjung ke Amerika Selatan.

















































