Penumpang Stasiun Padang Halaban Tumbuh 20 Persen, KAI Optimalkan Peran Strategis

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN,PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara mencatatkan kinerja positif dari Stasiun Padang Halaban di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, stasiun ini melayani 11.365 pelanggan, tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang melayani 9.450 penumpang.

"Meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya," ujar Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa Stasiun Padang Halaban yang berlokasi di Desa Perkebunan Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, terus memperkuat perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat dan penggerak ekonomi daerah. Stasiun ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan aktivitas perkebunan sejak resmi beroperasi pada 1937, bertepatan dengan rampungnya jalur kereta api Kisaran–Rantauprapat.

"Hampir sembilan dekade berlalu, Stasiun Padang Halaban tetap menjalankan fungsinya menghubungkan kawasan perkebunan dengan pusat-pusat ekonomi seperti Rantauprapat, Kisaran, Tebing Tinggi, hingga Medan," kata Anwar.

Transformasi dari Simpul Logistik ke Mobilitas Warga

Pada awal berdirinya, stasiun ini difungsikan terutama untuk melayani angkutan komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet. Angkutan perkebunan yang masih dilayani dari stasiun ini adalah crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) melalui jalur simpang menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SMART.

Seiring berjalannya waktu, peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat membuat stasiun ini bertransformasi dari sekadar simpul logistik menjadi jembatan mobilitas warga setempat. Hal tersebut ditopang oleh operasional enam perjalanan KA Sribilah Utama yang berhenti untuk melayani naik-turun penumpang setiap hari.

Selain menjadi tulang punggung transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi warga sekitar, yang secara historis didatangkan sebagai pekerja perkebunan, Stasiun Padang Halaban kini turut membuka akses menuju berbagai potensi wisata alam di Labuhanbatu Utara.

Potensi Wisata 'Lorong Negeri' di Jalur Rel

Salah satu daya tarik unik berada tidak jauh dari stasiun, yakni pada jalur simpang menuju PKS PT SMART. Lokasi yang dikenal sebagai Lorong Negeri atau Padang Halaban View tersebut menyajikan pemandangan jalur kereta api yang dinaungi pepohonan tua lebat hingga menyerupai terowongan hijau.

"Sambil menunggu jalur tersebut kembali digunakan untuk melayani angkutan CPO dari PKS menuju ke stasiun, saat ini lokasi tersebut banyak digunakan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata fotografi," kata Anwar.

Meskipun layanan angkutan komoditas perkebunan dari jalur tersebut terakhir tercatat aktif pada 2025 dan saat ini belum beroperasi kembali, KAI Divre I Sumatera Utara tetap melihat potensi besar pengembangan angkutan barang di masa mendatang seiring dengan kesiapan layanan dan kebutuhan pengiriman komoditas.

"Stasiun Padang Halaban adalah bukti nyata bagaimana perkeretaapian mampu bertransformasi dari sarana pengangkut hasil bumi menjadi jembatan mobilitas masyarakat sekaligus penopang distribusi logistik. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat dan mengoptimalkan peran strategis ini demi mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara," tegasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |