Kelindan Penjagaan di Kediaman Jampidsus dan Temuan Brankas Misterius di Restoran de’Clan

1 week ago 59

Oleh Bambang Noroyono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Puluhan personel TNI berjaga di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, pada Rabu (8/7/2026) malam. Penjagaan dilakukan di tengah penggeledahan yang dilakukan kepolisian di sejumlah lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Suasana di kediaman Jampidsus Kejaksaan di Jalan Radio I Nomor 5, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sejak Rabu petang sudah mulai berbeda. Pasukan TNI dari Kostrad TNI AD yang biasa berjaga mendapat penambahan pasukan hingga mencapai total sekitar 20 orang. Kabar yang beredar di wartawan, akan tiba tim dari kepolisian untuk melakukan penggeledahan di lokasi tersebut.

Makin malam, tak hanya prajurit TNI AD yang berjaga-jaga. Terlihat beberapa dari TNI AL juga tiba. Baik berseragam maupun berpakaian sipil, terlihat berjaga di sekitar rumah tersebut. Sebagian diantaranya membawa senjata laras panjang.

Lewat tengah malam, hampir semuanya kemudian masuk ke dalam rumah. Sementara aparat kepolisian tak kunjung tampak batang hidungnya.

Di sejumlah lokasi lain, penyidik kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya sibuk melakukan penggeledahan. Kepala Kortas Tipidkor Polri Inspektur Jenderal Totok Suharyanto menjelaskan, penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan gabungan dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebanyak 12 lokasi di Jakarta dan Jawa Barat digeledah terkait dugaan korupsi tata kelola batu bara dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurut Totok, penyidikan tersebut juga berkaitan dengan dugaan korupsi yang diduga menjadi salah satu penyebab peristiwa blackout atau pemadaman listrik yang belum lama ini terjadi di sejumlah daerah.

"Saat ini Kortas Polri sedang melaksanakan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum," kata Totok, Rabu (8/7/2026).

Selain perkara tersebut, penyidik juga mengusut dugaan korupsi dalam penanganan kasus ASABRI dan Jiwasraya pada periode 2020-2025. Polisi turut menyelidiki dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Patut dicatat, semua kasus itu, kecuali terkait batu bara dan pemadaman listrik, ditangani Kejaksaan Agung.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |