REPUBLIKA.CO.ID, PALU, – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah menegaskan bahwa jembatan darurat jenis bailey yang baru dipasang di jalur Trans Sulawesi, tepatnya di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, hanya memiliki kapasitas beban maksimal 20 ton. Pemasangan jembatan ini rampung pada Sabtu (29/8) setelah akses jalan sempat lumpuh akibat diterjang banjir.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang Reza, saat dihubungi dari Palu, Ahad, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih fokus merapikan oprit jembatan yang tergerus banjir di Desa Peningka. Selain itu, petugas juga masih melanjutkan pekerjaan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan di jalur Trans Sulawesi.
"Beban jembatan bailey yang kami pasang di jalur Trans Sulawesi hanya untuk kendaraan berkapasitas muatan 20 ton," ujar Bambang.
Usulan Penanganan Permanen 2027
Terkait penanganan jangka panjang, Bambang Reza mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Rencana penanganan permanen tersebut diusulkan untuk dilaksanakan pada Tahun 2027.
Di tengah proses perbaikan, ia mengimbau para pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi jalan dilaporkan masih licin, dan keterbatasan beban jembatan darurat mengharuskan pengendara, terutama kendaraan berat, untuk lebih berhati-hati.
"Pengguna jalan yang melintas di jalur itu tetap berhati-hati karena jalan masih licin, termasuk melintas di jembatan darurat karena bebannya terbatas," imbaunya.
Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir Susulan
Bambang juga meminta pemerintah daerah setempat dan pihak terkait untuk segera melakukan pembenahan serta normalisasi alur sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk menghindari potensi banjir susulan yang dapat kembali menggerus oprit jembatan.
"Kalau terjadi lagi banjir tentu berdampak terhadap oprit jembatan, maka perlu penanganan cepat di bagian hulu sungai," tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, melaporkan bahwa arus lalu lintas di wilayah terdampak banjir di Kasimbar saat ini sudah kembali normal. Sebelumnya, akses jalan sempat lumpuh total saat banjir menerjang pada Jumat (28/8).
Rivai menambahkan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kini tengah memfokuskan upaya pada normalisasi sungai dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Pasalnya, sejumlah pipa air bersih milik warga dilaporkan rusak parah dihantam banjir.
"Hingga kini tidak ada warga yang mengungsi. Kami berkomitmen melakukan percepatan pemulihan bersama pihak-pihak yang terlibat di lapangan," tutup Rivai.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
4









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)






