MENTERI Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menginginkan sistem pemeringkatan UI GreenMetric diadopsi juga menjadi standar untuk kota. Sistem pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) pada 2010 ini dibuat berbasis komitmen serta tindakan terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
"Mungkin dengan kita duduk bareng dengan ada kekhususan-kekhususan barangkali ya untuk kota. Jadi, saya rasa ini ide luar biasa," ujarnya dalam Dies Natalis Vokasi UI di Auditorium Vokasi UI, Kampus UI, Depok, Senin, 18 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di lingkungan internal, kampus Vokasi UI mendapat penilaian tertinggi dalam UI GreenMetric. "Selamat untuk Dies Natalis yang ke-18, dan selamat juga bahwa kampus vokasi ini yang terbaik secara lingkungan di UI," kata Jumhur
Jumhur mengungkapkan, dunia ke depannya akan dibangun lulusan dari vokasi, karena mereka langsung berhubungan dengan alat, data, dan sebagainya. "Karena itu, pemahaman tentang lingkungan itu penting ditanamkan sejak dini," katanya lagi.
Di kampus Vokasi UI, lanjut Jumhur, tidak hanya studi, tetapi beberapa hal sudah dipraktikkan, seperti memelihara dan tindakan-tindakan yang berorientasi pada penyelamatan lingkungan. Di berharap apa yang sudah dijalankan itu bisa menjadi contoh dan dijadikan standar bukan hanya untuk kampus, tapi juga kota-kota.
Kampus Voikasi UI pada 18 Mei 2026. Tempo/Ricky Juliansyah
Rektor UI Heri Hermansyah menambahkan, UI GreenMetric diikuti oleh 1.700 perguruan tinggi di 90 negara di seluruh dunia. Dia juga menyatakan kalau sekarang sedang dikembangkan untuk menjadi tidak hanya green campus, tapi juga green city.
Tentang kampus Vokasi UI, Heri menyatakan harapannya bahwa setiap lulusannya sudah siap kerja. "Bisa berkompetisi di level global, bukan hanya level nasional."

















































