Akreditasi JCI Dorong Penguatan Wisata Medis di Bali

5 days ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan layanan kesehatan berstandar internasional menjadi faktor penting bagi destinasi wisata global seperti Bali. Lonjakan mobilitas wisatawan mancanegara menuntut kesiapan fasilitas kesehatan yang bisa menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien lintas negara.

Joint Commission International (JCI) kembali memberikan akreditasi internasional kepada Siloam Hospitals Bali pada 28 Maret 2026. Ini merupakan akreditasi ketiga yang diterima rumah sakit tersebut, sekaligus menjadikannya satu-satunya rumah sakit di Bali yang saat ini mengantongi akreditasi JCI.

Akreditasi JCI diberikan melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap standar mutu layanan kesehatan, keselamatan pasien, tata kelola klinis, manajemen risiko, kompetensi tenaga medis, hingga sistem informasi rumah sakit. Standar ini secara global digunakan sebagai rujukan kualitas layanan kesehatan berbasis keselamatan pasien.

Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali menerima jutaan wisatawan setiap tahun. Kondisi ini membuat keberadaan fasilitas kesehatan berstandar global menjadi bagian dari ekosistem pariwisata, terutama untuk menjamin layanan medis bagi wisatawan yang membutuhkan perawatan selama berada di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, rumah sakit swasta mulai memperkuat standar layanan untuk menjawab kebutuhan wisatawan internasional sekaligus masyarakat lokal. Siloam Hospitals Bali menempatkan akreditasi internasional sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi mutu layanan klinis.

Direktur Siloam Hospitals Bali, Ni Gusti Ayu Putri Mayuni mengatakan, akreditasi JCI adalah wujud nyata dari dedikasi dan kerja keras seluruh tim Siloam Hospitals Bali dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berpusat pada pasien. “Kami akan terus menyediakan standar pelayanan kesehatan internasional bagi seluruh pasien, baik warga lokal maupun tamu internasional yang mempercayakan kesehatan mereka kepada kami. Pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari standar yang lebih tinggi lagi yang ingin kami capai demi kesehatan masyarakat Bali dan Indonesia,” kata Ni Gusti Ayu dalam siaran pers, Selasa (19/5/2026).

Standar layanan kesehatan internasional juga dinilai berperan dalam pengembangan wisata medis atau medical tourism. Pasien dari berbagai negara semakin mempertimbangkan kualitas layanan, keamanan prosedur medis, serta efisiensi biaya ketika memilih destinasi perawatan kesehatan.

Keberadaan rumah sakit dengan akreditasi global membuka peluang penguatan ekosistem pariwisata medis nasional, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan daya saing layanan kesehatan Indonesia di tingkat regional.

JCI merupakan divisi internasional dari The Joint Commission, organisasi akreditasi layanan kesehatan nirlaba di Amerika Serikat yang berdiri sejak 1951. Lembaga ini telah mengakreditasi lebih dari 1.000 organisasi layanan kesehatan di lebih dari 60 negara dan dikenal sebagai salah satu tolok ukur global dalam standar mutu serta keselamatan pelayanan medis.

Peningkatan standar layanan kesehatan di destinasi wisata diperkirakan menjadi faktor strategis dalam menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat integrasi antara sektor kesehatan dan industri pariwisata Indonesia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |