REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Kanada berada di ambang pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka. Les Rouges hanya berjarak satu pertandingan dari tiket fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya saat menghadapi Swiss pada laga terakhir Grup B di BC Place, Vancouver, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini tidak hanya menentukan nasib kedua tim di fase grup, tetapi juga akan memutuskan siapa yang finis sebagai juara Grup B. Kanada dan Swiss sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Namun, tuan rumah unggul selisih gol dan berada di puncak klasemen sementara.
Situasi tersebut membuat Kanada berada dalam posisi yang relatif lebih nyaman. Hasil imbang sudah cukup untuk mempertahankan posisi teratas sekaligus mengamankan tiket ke fase gugur. Namun, skuad asuhan Jesse Marsch tidak ingin sekadar bermain aman.
Kepercayaan diri Kanada meningkat tajam setelah penampilan impresif pada pertandingan kedua. Setelah ditahan Bosnia-Herzegovina 1-1 pada laga pembuka, Les Rouges bangkit dengan menghancurkan Qatar 6-0. Kemenangan itu menjadi yang pertama bagi Kanada sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
"Kami tentu ingin meraih kemenangan dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya," kata penyerang Kanada Liam Millar.
Selain memburu sejarah, Kanada juga memiliki motivasi tambahan. Jika mampu finis sebagai juara grup, mereka akan tetap bermain di Vancouver pada babak 32 besar. Keuntungan tersebut membuat mereka tidak perlu melakukan perjalanan jauh dan tetap mendapatkan dukungan penuh publik sendiri.
Perubahan mentalitas Kanada dalam dua tahun terakhir tidak lepas dari peran Marsch. Pelatih asal Amerika Serikat itu membawa karakter agresif dan penuh energi yang perlahan mengubah wajah tim nasional Kanada menjadi lebih percaya diri saat menghadapi lawan-lawan besar.
"Saya merasa ketika pelatih saya adalah sosok yang nyata dan memiliki emosi yang nyata, hal itu selalu bisa membantu tim," ujar Millar.
Marsch sendiri melihat Piala Dunia sebagai kesempatan untuk mengangkat popularitas sepak bola di Kanada. Menurut dia, performa tim nasional dapat menjadi pemicu lahirnya generasi baru pencinta sepak bola di negara tersebut.
"Kami ingin menjadikan ini sebagai negara sepak bola," kata Marsch.

1 hour ago
2














































