Pemkot Bima Dorong Nilai Ekonomi Sampah Plastik via Gerakan RAMAH

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BIMA, – Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mendorong pemanfaatan sampah plastik bernilai ekonomi melalui Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH). Inisiatif ini bertujuan mengurangi timbulan sampah sekaligus menambah nilai ekonomis dari sampah yang dikumpulkan oleh masyarakat dan aparatur sipil negara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin, menjelaskan bahwa gerakan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar aksi kumpul sampah, melainkan bagian dari perubahan perilaku.

"Gerakan ini tidak sekadar mengumpulkan sampah plastik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah," ujar Syahrial di Kota Bima, Rabu.

Mekanisme dan Capaian Gerakan RAMAH

Pada pelaksanaan pekan ini, DLH Kota Bima berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah botol plastik. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola melalui mekanisme pemanfaatan yang memiliki nilai ekonomis. Syahrial mengatakan pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari rumah maupun lingkungan kerja dengan memisahkan botol plastik dan sampah bernilai ekonomi lainnya sebelum dibawa ke tempat pengumpulan.

Menurut dia, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat penyimpanan akhir, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sampah sebagai sumber nilai. Gerakan RAMAH merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Bima Nomor 100.3.4/120/IV/2026 yang mendorong ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bima untuk mengumpulkan sampah plastik bernilai ekonomis setiap hari Rabu.

Kolaborasi dan Keberlanjutan Program

DLH Kota Bima mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan untuk meningkatkan partisipasi serta melaksanakan gerakan tersebut secara konsisten. Syahrial menegaskan bahwa keterlibatan berbagai perangkat daerah sangat penting agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya kegiatan yang dilakukan oleh DLH.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH. Butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah agar kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh menjadi budaya,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bima memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah daerah sebelumnya telah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, serta pengembangan fasilitas pengolahan sampah untuk meningkatkan pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.

Data DLH Kota Bima menunjukkan Gerakan RAMAH terus berkembang. Hingga Juli 2026, program tersebut telah mengumpulkan total 171,93 kilogram sampah botol plastik, yang disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk Karaso Rasa. Syahrial berharap partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah terus meningkat sehingga sampah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dikelola menjadi material yang memiliki nilai ekonomi.

“Gerakan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama. Memilah sampah dari rumah dan membawa sampah plastik ke tempat pengumpulan merupakan langkah sederhana yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya. Melalui Gerakan RAMAH, Pemerintah Kota Bima bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendorong terbentuknya sistem pemanfaatan sampah yang lebih berkelanjutan dan memberikan nilai plus bagi perekonomian.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |