Kemenhub Luncurkan BRT Listrik Mebidang, Solusi Kemacetan Medan

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, DELI SERDANG, – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan operasional uji coba Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Terminal Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu. Proyek infrastruktur yang melayani kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang ini merupakan upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI, Muiz Thohiro, menyatakan bahwa kehadiran BRT Mebidang sejalan dengan prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu fokus utama, dengan sekitar 20 kota prioritas termasuk kawasan Medan dan sekitarnya.

Muiz menjelaskan, berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen. Artinya, perjalanan yang normalnya ditempuh selama 10 menit memerlukan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, pembangunan transportasi publik dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, sekaligus menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Proyek Percontohan dengan Dukungan Internasional

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenhub meluncurkan program BRT di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia. Pada tahun 2023, Kota Medan terpilih untuk membangun infrastruktur BRT Mebidang yang dibiayai oleh mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis, dengan total investasi mencapai Rp1,9 triliun.

BRT Mebidang dirancang memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer yang menghubungkan 31 halte dengan 17 rute yang menjangkau kawasan Mebidang. Sistem ini akan menggunakan armada 515 bus listrik yang didukung oleh depo, halte, dan jalur khusus bus. "Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan yang lebih hijau," kata Muiz.

Uji Coba Gratis dan Rencana Tarif

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan peluncuran BRT listrik ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk meningkatkan konektivitas dengan menyediakan transportasi publik yang modern, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Pada tahap uji coba ini, dua unit bus listrik mulai dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Selama masa uji coba, masyarakat bisa menggunakan layanan BRT listrik ini secara gratis," ujar Yuda. Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan adalah sebesar Rp4.300 per penumpang umum, dan Rp3.000 bagi kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.

Operasi penuh BRT Mebidang ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik. Rinciannya, 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |