Menembus Jalan Berbatu, Penyintas Gempa di Palue Jalan Kaki 3 Kilometer Ambil Bantuan

2 hours ago 1

Sejumlah warga membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari posko bantuan Desa Rokirole ke Desa Nitunglea, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Distribusi bantuan di Pulau Palue terkendala rusaknya sejumlah jalan antardesa yang terputus akibat tanah longsor terdampak gempa. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)

Medan yang rusak membuat kendaraan sulit melintas sehingga warga memilih berjalan kaki sekitar tiga kilometer untuk membawa logistik menuju desa mereka. Akses jalan poros yang menghubungkan Ladolaka, Tuanggeo, Rokirole, dan Nitunglea menjadi salah satu titik yang terdampak gempa dan menghambat mobilitas serta distribusi bantuan. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)

Batu-batu besar dan tanah longsor menjadi penghalang yang harus dilewati sejak gempa mengguncang Pulau Palue. Bantuan yang telah tiba di posko harus kembali ditempuh dengan berjalan kaki karena akses antardesa terputus akibat longsor. (FOTO : ANTARA FOTO/Mega Tokan)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, SIKKA -- Jalan berbatu dan material longsor menjadi bagian dari perjalanan warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk mendapatkan bantuan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Sejumlah penyintas bahkan harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer dari posko bantuan untuk membawa logistik menuju desa mereka.

Sejumlah warga terlihat membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari Posko Bantuan Desa Rokirole menuju Desa Nitunglea. Bantuan yang semestinya dapat diangkut menggunakan kendaraan harus dibawa dengan berjalan kaki karena sejumlah akses antardesa terputus akibat tanah longsor dan batuan yang berserakan di badan jalan.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |