Martha Tilaar Andalkan Produk Natural dan Halal untuk Genjot Penjualan

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Martina Berto Tbk yang menaungi merek Martha Tilaar menargetkan penjualan sebesar Rp501,82 miliar pada 2026 atau naik 24,98 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. Perseroan akan mengandalkan inovasi produk natural dan halal serta memperkuat penjualan digital untuk mencapai target tersebut.

Selain meningkatkan penjualan, perseroan juga membidik EBITDA sebesar Rp61 miliar, laba usaha Rp48 miliar, dan laba bersih setelah pajak Rp24,8 miliar. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kinerja keuangan secara bertahap pada tahun ini.

Presiden Direktur PT Martina Berto Tbk Bryan David Emil mengatakan 2026 menjadi tahun penting bagi perseroan untuk memperkuat pertumbuhan melalui inovasi produk, efisiensi operasional, dan penguatan kanal penjualan.

“Fokus kami pada tahun 2026 adalah mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan terukur melalui penguatan kanal digital dan online, inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, pengembangan pasar ekspor, serta peningkatan kontribusi unit usaha strategis Perseroan. Dengan fondasi operasional yang terus diperkuat, kami optimistis Perseroan dapat melanjutkan momentum pemulihan kinerja,” ujar Bryan dalam public expose yang digelar secara daring, Kamis (25/6/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Martina Berto akan memperkuat inovasi produk natural dan halal, memperluas pasar ekspor, meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengoptimalkan harga jual, mempercepat digitalisasi proses kerja, serta meningkatkan kontribusi entitas anak. Strategi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan sekaligus memperbaiki profitabilitas perseroan.

Sepanjang 2025, Martina Berto membukukan penjualan sebesar Rp401,5 miliar. Perseroan juga mencatat laba kotor Rp158,9 miliar dengan margin laba kotor 39,58 persen serta EBITDA sebesar Rp12,1 miliar. Di tengah tantangan industri kosmetik, perseroan tetap menjaga disiplin biaya dan pengendalian operasional sebagai dasar pemulihan kinerja.

Martina Berto juga terus memperkuat sinergi dengan entitas usahanya. PT Tara Parama Semesta mengelola jaringan Martha Tilaar Shop sebagai kanal penjualan, sedangkan PT Cedefindo mendukung kegiatan manufaktur kosmetik dan pengembangan produk. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat daya saing perseroan di pasar domestik maupun ekspor.

Perusahaan yang telah berkiprah lebih dari lima dekade itu menyatakan akan terus mengembangkan produk berbasis bahan alam Indonesia, memanfaatkan teknologi digital, serta memperkuat tata kelola perusahaan untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |