Pemain Pelita Jaya Darius Moten membawa bola dijaga pemain Bogor Hornbills Travin Thibodeaux pada gim ketiga final IBL 2026 di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelita Jaya Jakarta menunjukkan respons sempurna setelah kekalahan telak pada laga kedua final IBL 2026. Bertanding di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Rabu (24/6/2026) malam, tim asuhan David Singleton menundukkan Bogor Hornbills 74-61 untuk merebut kembali kendali seri final dan unggul 2-1 dalam format best-of-five.
Kemenangan ini terasa penting bagi sang finalis musim lalu. Akhir pekan lalu, Pelita Jaya dipaksa menelan kekalahan menyakitkan 63-83 dari Hornbills. Kekalahan itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan mereka menjelang fase paling menentukan musim ini. Namun, dalam laga ketiga, Pelita Jaya menjawab keraguan dengan permainan yang lebih disiplin, terutama di sektor pertahanan.
Sejak kuarter pertama, pertandingan berlangsung ketat. Hornbills berusaha memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk menekan lebih dulu, tetapi Pelita Jaya tampil lebih siap menghadapi intensitas permainan lawan. Tim tamu berhasil mengendalikan tempo dan memaksa Hornbills bekerja keras untuk mendapatkan poin.
Pelita Jaya tampak belajar banyak dari kekalahan sebelumnya. Pertahanan yang sempat rapuh pada laga kedua kali ini tampil lebih rapat, terutama di interior. Rotasi berjalan lebih cepat, komunikasi antarpemain lebih baik, dan ruang tembak yang biasa dimanfaatkan Hornbills berhasil diminimalkan.
Pelatih Pelita Jaya David Singleton mengakui timnya memang memusatkan perhatian pada pembenahan aspek pertahanan setelah evaluasi menyeluruh pascalaga kedua.
"Masih tidak sempurna, masih ada banyak hal yang bisa kami lakukan. Tetapi secara keseluruhan, kami membuat mereka lebih sulit untuk mendapatkan poin," ujar Singleton seusai pertandingan.
Menurut dia, Hornbills tetap merupakan lawan yang sangat berbahaya karena memiliki banyak pemain berkualitas. Karena itu, Pelita Jaya harus meningkatkan agresivitas sekaligus kedisiplinan dalam menjalankan rencana permainan.
Perbaikan tersebut tidak hanya terlihat saat bertahan. Di sisi ofensif, Pelita Jaya juga menemukan kembali ritme permainan yang sempat hilang. Pergerakan bola lebih lancar dan eksekusi serangan terlihat lebih efektif dibanding laga sebelumnya.
Kapten Pelita Jaya Andakara Prastawa menilai keberhasilan timnya tidak lepas dari kepatuhan para pemain menjalankan instruksi pelatih.
"Kami mengikuti gameplan saja dan terbukti kami sudah tidak seperti laga kedua sebelumnya," kata Prastawa.
sumber : Antara

3 hours ago
3

















































