Wakil Ketua MPKS Muhammadiyah Ungkap Kunci Sukses Penggalangan Dana Sosial di Era Digital

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemampuan organisasi nirlaba menghimpun dana dalam jumlah besar dan menjaga kepercayaan publik menjadi salah satu tema yang dibahas dalam kuliah umum di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Materi tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, Faozan Amar, dalam kuliah bertajuk “Community and International Relation: Manajemen Strategi Penggalangan Dana Pada Organisasi Nirlaba” baru-baru ini.

Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Bahasa Korea Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS bekerja sama dengan Pusat Studi Kajian Korea Selatan serta didukung Euroasia Foundation itu diikuti mahasiswa sebagai upaya memperluas wawasan mengenai isu-isu strategis di dunia kerja dan organisasi modern. Kuliah umum juga menghadirkan sesi diskusi yang berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme peserta.

Ketua Program Studi Bahasa Korea Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS, Rurani Adinda, mengatakan kehadiran dosen tamu dari luar kampus menjadi salah satu cara untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang lebih luas terhadap berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat dan dunia profesional.

"Kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu dari luar bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terkait isu-isu aktual dan strategis dalam menghadapi tantangan dan dinamika dunia kerja yang semakin kompleks," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (19/6/2026).

Dalam pemaparannya, Faozan menegaskan bahwa keberhasilan penggalangan dana sosial tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencari donasi. Menurutnya, fondasi utama keberhasilan sebuah organisasi nirlaba adalah kepercayaan yang dibangun melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

"Penggalangan dana sosial bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi membangun kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan tumbuh, dukungan publik akan datang dengan sendirinya," kata Faozan yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Faozan menjelaskan terdapat lima faktor utama yang menentukan keberhasilan fundraising organisasi nirlaba. Faktor pertama adalah kapabilitas organisasi yang mencakup kualitas sumber daya manusia, manajemen profesional, dan sistem kerja yang efisien sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Faktor kedua ialah religiositas yang tercermin melalui penguatan nilai keagamaan, keikhlasan, dan kepercayaan umat. Menurutnya, aspek tersebut menjadi modal sosial yang penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan donasi dan filantropi.

Adapun faktor ketiga adalah pemanfaatan teknologi melalui digital fundraising. Faozan menilai organisasi nirlaba perlu beradaptasi dengan perkembangan digital, baik melalui aplikasi dan situs web yang dikembangkan sendiri maupun dengan memanfaatkan berbagai platform pembayaran dan donasi digital yang telah banyak digunakan masyarakat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |