Sony Sonjaya Bocorkan 41 Nama yang Minta Dapur MBG

3 hours ago 2

PENYIDIK Kejaksaan Agung memeriksa mantan kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, sebagai tersangka korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan kliennya kembali membocorkan ke penyidik siapa saja yang meminta jatah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

“Jadi totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26 ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan tiga nama lagi yang disebutkan oleh Pak Sony, jadi totalnya hari ini 41 nama,” ujar Krisna di Kejagung, Kamis, 18 Juni 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Nama-nama 26 pihak itu sempat beredar di sosial media dan dibenarkan oleh Krisna. Salah satunya tokoh yang ada di daftar itu adalah Nanik S Deyang, mantan wakil kepala BGN yang kini diangkat sebagai Kepala BGN. Meski tidak membenarkan secara langsung soal penyebutan nama Nanik, Krisna tidak menampik ketika wartawan memaparkan inisial NSD adalah Nanik S Deyang.

Dalam wawancara di Majalah Tempo edisi 7 Juni 2026, Nanik S. Deyang membantah adanya sejumlah yayasan pengelola SPPG yang terafiliasi dengannya. “Apa kaitannya yayasan ini dengan saya? Silakan cek PPATK apakah ada aliran uang dari yayasan ini kepada saya,” katanya. 

Nama lain yang muncul dalam daftar 26 tokoh itu adalah Kapolres Bekasi Komisaris Besar Sumarni. Ia membenarkan pernah membahas soal pendirian SPPG di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, dengan Sony, tapi menampik terlibat dalam korupsi MBG. "Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.

Blak-blakan Sony ini tak lepas dari sikapnya yang telah mengajukan permohonan menjadi justice collborator. Namun, hingga saat ini Kejaksaan Agung masih mendalami permohonan Sony itu. 

Jaksa telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus korupsi MBG. Selain Sony, ada mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana; eks wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung; orang kepercayaan Sony, Asep Yusuf Somantri; Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono; dan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |