REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Tiga warga Palestina dilaporkan syahid dan empat lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menyasar sebuah kendaraan sipil di pusat Kota Gaza pada Kamis (19/6/2026). Serangan terbaru ini menambah panjang daftar korban sipil di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Jurnalis Muhammad Rabah di Gaza melaporkan, sebuah drone Israel menembakkan rudal secara langsung ke arah kendaraan tersebut. Serangan itu menyebabkan sejumlah korban berjatuhan di lokasi kejadian.
Tim ambulans segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban luka dan jenazah para syuhada ke Rumah Sakit Al-Shifa Hospital guna mendapatkan perawatan medis dan penanganan lebih lanjut.
Serangan Kamis itu terjadi hanya beberapa hari setelah rentetan serangan Israel pada Senin lalu yang menewaskan sedikitnya lima warga Palestina dalam tiga serangan terpisah di berbagai wilayah Jalur Gaza. Insiden-insiden tersebut kembali memunculkan tudingan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
Sumber setempat menyebutkan, sebuah drone pengintai Israel menembakkan rudal ke arah sekelompok warga sipil di Lapangan Anwar Aziz, Kamp Pengungsi Jabalia Refugee Camp, Gaza utara. Serangan itu menewaskan Al-Karim Mousa Abu Dan (71 tahun) dan Jad Suleiman (8), seorang anak yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa dan luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Dalam serangan terpisah, pasukan Israel juga membombardir sebuah apartemen di kawasan Tel al-Hawa, barat daya Kota Gaza. Sedikitnya satu warga Palestina syahid dan delapan lainnya terluka. Para korban luka dibawa ke Al-Quds Hospital untuk mendapatkan perawatan.
Sementara itu, serangan drone Israel lainnya di kawasan Al-Attar, Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan dua warga Palestina dan melukai sejumlah orang lainnya.
Israel terus melancarkan serangan di berbagai wilayah Jalur Gaza meskipun gencatan senjata secara formal masih berlaku. Serangan-serangan tersebut terus menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebelumnya pada hari Kamis, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa rumah sakit di seluruh Jalur Gaza telah menerima dua warga Palestina yang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam 24 jam sebelumnya akibat serangan Israel.
Kementerian mencatat bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau terdampar di daerah yang tidak dapat diakses oleh tim ambulans dan pertahanan sipil.
Menurut kementerian, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober telah meningkat menjadi 1.007 orang, sementara 3.165 lainnya terluka.
Para pejabat kesehatan juga mengatakan tim khusus telah menemukan 784 jenazah warga Palestina dari berbagai lokasi di seluruh Gaza sejak gencatan senjata dimulai.
Secara kumulatif, sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Jalur Gaza telah mencapai 73.016 orang, sementara 173.265 lainnya mengalami luka-luka. Angka tersebut menjadikan perang Gaza sebagai salah satu agresi paling mematikan dalam sejarah modern Palestina.

3 hours ago
1















































