REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Sejumlah foto seorang karyawan kafe diduga membuang kucing yang terbungkus karung plastik ke tempat sampah di Kota Bandung viral di media sosial. Aksi itu mendapat kecaman dari seluruh pecinta kucing.
Keterangan pada foto itu menyebutkan bahwa kucing hidup dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke dalam tong sampah. Alasannya disebut karena menganggu di area kafe tersebut.
Head of Operations Let's Adopt Indonesia komunitas pencinta kucing Carolina Fajar menyesalkan dan mengecam tindakan membuang makhluk hidup ke dalam tempat sampah dalam kondisi terbungkus karung berlapis. Ia menilai tindakan itu merupakan bentuk penyiksaan.
"Tindakan ini bukan sekadar upaya pemindahan, melainkan bentuk penyiksaan yang secara sadar membahayakan nyawa hewan tersebut karena risiko kehabisan napas dan stres ekstrem," ucap dia melalui keterangan resmi yang diterima wartawan, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, hewan adalah makhluk bernyawa yang memiliki hak dasar untuk hidup bebas dari rasa sakit dan ketakutan. Carolina pun mengingatkan seluruh pelaku usaha bahwa hewan liar seperti kucing jalanan bukan sampah atau benda mati yang bisa disingkirkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi.
"Kucing-kucing ini hanya berusaha bertahan hidup di lingkungan yang mereka tinggali," kata dia.
Ia mengatakan, mengelola kehadiran hewan di area bisnis seharusnya dilakukan dengan cara yang etis. Seperti bekerja sama dengan komunitas penyelamat hewan atau menerapkan program Trap-Neuter-Return (TNR).
Pihaknya mendorong pihak manajemen kafe terkait untuk berkomitmen melakukan perbaikan nyata seperti memberikan edukasi kepada staf. Atau mendukung kegiatan kesejahteraan hewan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, kafe itu sedang tutup. Namun, dalam keterangannya di laman Instagram resminya, manajemen Kopi Eyang meminta maaf atas kejadian yang menimpa seekor kucing. Mereka mengakui lalai dan sepenuhnya bertanggung jawab.
"Kami pihak manajemen dan owner Kopi Eyang ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa seekor kucing di area Kopi Eyang. Peristiwa ini adalah bentuk dari kelalaian kami, dan kami sepenuhnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi di area usaha kami," kata dia.
Mereka mengaku menyesal karena telah terjadi perlakuan yang tidak layak terhadap makhluk hidup. "Kami memahami kemarahan dan kekecewaan masyarakat, khususnya para pecinta hewan, dan kami menerima semua kritik sebagai bentuk kepedulian," dikutip, Selasa (13/1/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan tegas serta memperbaiki SOP penanganan hewan di area kafe agar kejadian serupa tidak pernah terulang kembali. Seluruh tim juga akan mendapatkan pembekalan khusus terkait penanganan situasi serupa ke depannya.
"Kami berkomitmen untuk menjadi tempat yang lebih bertanggung jawab, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan makhluk hidup di dalamnya. Sekali lagi, kami memohon maaf atas kesalahan kami dan berterima kasih atas semua masukan yang telah diberikan," dikutip dari pernyataan itu.

3 days ago
2















































