Riset FISIP UI: Program MBG Dorong Pendapatan Warga, Tapi...

1 hour ago 2

Di tengah suasana Ramadhan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat tetap beroperasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kajian terbaru dari tim peneliti Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia menemukan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi dapur penyedia makanan. Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga meningkatkan pendapatan sebagian pekerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasoknya.

Ketua tim peneliti, Prof. Fentiny Nugroho, menjelaskan penelitian dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, serta diskusi kelompok terarah. Penelitian dilakukan di tiga wilayah, yakni Jakarta Timur, Depok, dan Tangerang Selatan. 

“Kami menggunakan pendekatan kualitatif karena ingin mendapatkan data yang mendalam. Jadi bukan survei besar yang representatif, tetapi memahami bagaimana program ini berjalan di lapangan,” kata Fentiny saat dihubungi republika, Kamis (5/3/2026). 

Penelitian melibatkan 93 informan yang terdiri dari pekerja dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku UMKM mitra, serta keluarga penerima manfaat.

Salah satu temuan utama adalah meningkatnya pendapatan relawan yang bekerja di dapur MBG. Banyak di antara mereka sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap atau hanya bekerja serabutan. Setelah bergabung dalam program ini, mereka memperoleh penghasilan yang lebih stabil.

“Relawan SPPG sekarang bisa mendapatkan sekitar Rp110 ribu hingga Rp125 ribu per hari. Sebelumnya sebagian besar tidak punya pekerjaan tetap,” katanya. 

Peningkatan pendapatan juga dirasakan oleh pelaku UMKM yang menjadi pemasok bahan makanan. Distributor UMKM tercatat mengalami kenaikan pendapatan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. 

Sementara produsen bahan pangan bisa memperoleh peningkatan yang lebih besar karena permintaan dari dapur MBG yang stabil.

Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga dinilai mampu mengurangi pengeluaran keluarga penerima manfaat. Anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi di sekolah membuat sebagian kebutuhan pangan keluarga menjadi lebih ringan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |