Polisi Periksa Penjaga Palang Perlintasan Kereta di Bekasi

3 hours ago 1

KEPOLISIAN telah memeriksa puluhan saksi dalam kasus tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 lalu. Insiden itu mengakibatkan 16 penumpang KRL meninggal. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan tim penyidik telah memeriksa puluhan orang termasuk penjaga palang perlintasan. "31 orang," ujar Budi, pada Ahad, 3 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Beberapa pihak yang telah diperiksa antara lain para korban, pengemudi taksi Green SM, serta penjaga palang perlintasan. Ada pula masinis KA Argo Bromo Anggrek, masinis KRL, dan petugas operasional KAI. 

Kepolisian rencananya juga akan memanggil perwakilan dari Dinas Tata Ruang dan Dinas Pekerjaan Umum. Polisi juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 

Pantauan Tempo di lokasi, perlintasan ini terlihat tidak memiliki palang pintu resmi. Lokasi ini dijaga oleh masyarakat setempat yang hanya bermodalkan bambu panjang sebagai pengganti palang perlintasan.

Lebar jalan Ampera hanya sekitar empat meter. Namun penumpukan mobil dan motor sering terjadi karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari Jalan Juanda menuju Duren Jaya atau sebaliknya. Padahal frekuensi kereta yang melintas terjadi kurang lebih tiap 10 menit.

Ketua Umum FBR, Lutfi Hakim mengungkapkan, perlintasan itu awalnya dibuka secara resmi oleh pemerintah daerah. "Jadi warga setempat tidak terlibat," tutur Lutfi kepada Tempo, Kamis, 30 April 2026. 

Meski begitu, Lutfi mengakui anggotanya ikut membantu untuk mengawasi perlintasan itu. Lutfi mengklaim, tindakan itu dilakukan secara sukarela bekerjasama dengan warga sekitar lainnya. 

Sementara itu, menurut Lutfi, saat kecelakaan terjadi kebetulan sedang tidak ada anggota FBR yang berjaga di lokasi itu. "Hanya ada seorang warga cukup umur bernama Yakin dan dia bukan anggota FBR," ucap Lutfi. 

Insiden ini berawal dari sebuah taksi Green SM yang mengalami korsleting listrik di tengah perlintasan kereta, tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. "Terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut," ujar Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Polri, Komisaris Sandhi Wiedyanoe. 

Akibat insiden itu, perjalanan kereta jurusan Kampung Bandan-Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Naas di saat bersamaan, melaju KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang di jalur yang sama. "Kecepatan 110 kilometer per jam," kata Sandhi. 

Badan kereta KA Argo Bromo ketika itu bahkan menembus badan KRL hingga membuat gerbong khusus wanita di kereta itu terbelah. Puluhan penumpang yang berada di dalamnya menjadi korban akibat terhimpit badan kereta KA Argo Bromo Anggrek. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |