MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai pernyataan Amien Rais terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tidak masuk kategori kebebasan berpendapat. Natalius menuding pernyataan Amien sebagai tindakan pelanggaran HAM. "Merendahkan martabat Prabowo dan Teddy," kata dia dalam keterangan resmi, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurut dia, pernyataan Amien tidak manusiawi. Amien dituding melakukan tindakan verbal yang sengaja menimbulkan serangan mental. Natalius juga menuduh Amien melakukan pelecehan verbal untuk merendahkan, mempermalukan, mengintimidasi, atau menyakiti seseorang secara emosional dan psikologis. Natalius pun meminta Amien tidak berlindung di balik kebebasan berbicara. "Sebab ada batas kebebasan berbicara," kata dia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyatakan video pernyataan Amien Rais yang menyeret nama Presiden Prabowo dan Seskab Teddy memuat narasi fitnah serta mengandung ujaran kebencian.
“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik,” kata Meutya Hafid melalui keterangan tertulis pada Jumat, 1 Mei 2026.
Bagi Meutya, tuduhan Amien Rais berpotensi memecah belah. Ia menegaskan bahwa ruang digital merupakan ruang beradu gagasan, bukan ruang untuk memproduksi konten kebencian yang menyerang martabat manusia mana pun.
Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyebut pernyataannya dalam video itu seharusnya dilihat sebagai bentuk kebebasan warga negara dalam berpendapat.
"Saya yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita tidak dibatasi, tidak dibungkam," kata Amien di sela Musyawarah Nasional Partai Ummat di Yogyakarta pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.
Amien menilai Indonesia sebagai negara demokrasi, semestinya menjamin kebebasan berpendapat meskipun pendapat itu bertentangan dengan penguasa atau bertentangan dengan kelompok yang lain.
Soal tudingannya mengenai hubungan Prabowo dan Teddy yang disebutnya melampaui batas profesional, Amien mengaku punya alasan tersendiri.
"Kalau soal Teddy ini, memang saya kumpulkan dari berbagai informasi, dari YouTube maupun berbagai channel media sosial itu. Saya kira hampir meyakinkan bahwa ada something very unusual (sesuatu yang sangat tidak biasa) tentang saudara Teddy," kata dia.
Sesuatu yang tidak biasa itu, kata Amien, karena Teddy diberi kekuasaan yang berlebihan oleh Prabowo. Untuk itu, kata Amien, agar tak menjadi stigma buruk di masyarakat, sebaiknya Prabowo memberikan Teddy kesibukan atau posisi di tempat yang lain. Dengan tidak selalu menempel Prabowo, Amien melanjutkan, Teddy tidak akan mengganggu pemerintahannya.

















































