KLUB Inter Milan mengunci gelar juara Serie A Liga Italia musim ini setelah mengalahkan Parma 2-0 pada pekan ke-35 di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin dinihari, 4 April 2026. Kemenangan itu memastikan Inter mengoleksi 82 poin dari 35 pertandingan di puncak klasemen dan tak lagi bisa dikejar Napoli yang berada di posisi kedua dengan tiga laga tersisa. Di sisi lain, Parma tertahan di peringkat ke-12 dengan 42 poin, unggul 14 angka dari zona degradasi.
Gol pertama Inter dicetak Marcus Thuram pada menit 45+1 lewat tembakan menyilang setelah menerima umpan Piotr Zielinski, yang tak mampu dijangkau kiper Zion Suzuki. Gol kedua hadir pada menit ke-80 melalui Henrikh Mkhitaryan, yang memaksimalkan umpan dari top skor Serie A, Lautaro Martinez, yang masuk dari bangku cadangan usai pulih dari cedera.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Secara jalannya laga, Parma sempat mengancam lebih dulu lewat sundulan Enrico Delprato yang melambung tipis di atas mistar. Inter membalas melalui peluang Denzel Dumfries, namun belum tepat sasaran. Pada babak kedua, Inter tampil dominan dan terus menekan hingga memastikan kemenangan 2-0 bertahan sampai peluit akhir.
Suasana San Siro pun berubah menjadi pesta. Suporter tuan rumah bernyanyi meriah menjelang akhir laga, sebelum para pemain berlarian ke seluruh lapangan merayakan gelar ke-21 dalam sejarah klub. Thuram, yang lahir di Parma ketika ayahnya Lilian Thuram bermain di klub tersebut, menegaskan kekuatan timnya. “Sejak saya datang ke Inter, ini adalah tim yang senang tetap bersama di dalam dan di luar lapangan. Itulah kekuatan kami,” ujarnya dikutip dari ESPN.
Tim asuhan Cristian Chivu sebenarnya sudah lama berada di ambang juara. Bahkan, sebelum laga ini mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar kedua dalam tiga tahun terakhir. Musim lalu, Inter finis sebagai runner-up di belakang Napoli, setelah mengakhiri penantian 11 tahun dengan meraih scudetto.
Gelar ke-21 ini menempatkan Inter di posisi kedua sepanjang masa, hanya di bawah Juventus yang mengoleksi 36 gelar. Bagi Chivu, ini merupakan trofi senior pertamanya sebagai pelatih sejak menggantikan Simone Inzaghi pada Juni 2025.
Di tengah perayaan, gelandang Nicolo Barella juga menyinggung perjalanan sulit timnya. “Itulah sepak bola dan kehidupan. Ada momen-momen sulit. Musim lalu kami begitu dekat dengan segalanya tetapi tidak memenangkan apa pun. Dalam hidup, kamu selalu harus bangkit kembali,” katanya.
Gelar ini sekaligus menjadi penebusan setelah kekecewaan Inter tersingkir di babak playoff UEFA Champions League oleh Bodo/Glimt pada Februari. Inter kini berpeluang menutup musim dengan gelar ganda domestik jika mampu mengalahkan Lazio di final Coppa Italia pada 13 Mei. Terakhir kali mereka meraih liga dan piala domestik dalam satu musim terjadi pada 2011 di bawah asuhan Jose Mourinho.


















































