SEJUMLAH peristiwa astronomi akan muncul saat langit gelap sepanjang Mei 2026, seperti puncak hujan meteor Eta Aquarid dan bulan purnama ganda. “Bulan purnama akan terjadi dua kali di awal dan akhir bulan ini,” kata Avivah Yamani, pegiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan, di Bandung, Jumat, 1 Mei 2026.
Bulan purnama pertama terjadi pada Sabtu 2 Mei. Setelah Matahari terbenam, Bulan berada di atas cakrawala hingga menghilang saat fajar. Purnama menjadi waktu terbaik untuk pengamatan Bulan dan kawah-kawahnya. Sementara purnama kedua, yaitu pada 31 Mei, disebut juga sebagai bulan biru (blue moon). “Terjadi kisaran dua sampai tiga tahun,” ujarnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dari laman Langit Selatan, istilah blue moon berasal dari negeri empat musim yang telah dibakukan dalam Almanak Petani Maine di Amerika Serikat. Dalam definisi tradisional, bulan biru sebagai peristiwa yang jarang terjadi, merupakan purnama ketiga dari empat purnama dalam satu musim. Definisi blue moon kemudian bergeser di era modern sebagai fenomena dua purnama dalam suatu bulan almanak.
Terjadinya purnama ganda itu dimungkinkan karena siklus Bulan. Sebanyak 12 purnama total membutuhkan waktu 354 hari atau 11 hari lebih pendek dari jumlah hari dalam satu tahun, yaitu 365,24 hari. Akumulasi dari 11 hari setiap tahun itu yang kemudian menghasilkan purnama ekstra pada bulan kalender tertentu, yaitu 2,71 tahun atau selama 2 tahun 255 hari sekali.
Dari siklus itu waktu terjadinya purnama ganda bisa dikalkulasi. Misalnya, setelah 2 dan 31 Mei 2026, selanjutnya pada awal dan akhir Desember 2028, kemudian September 2031, dan Juli 2034. Sebelumnya purnama ganda pernah terjadi pada Agustus 2023, Oktober 2020, dan Maret 2018.
Sementara itu, posisi Bulan pada 5 Mei akan mencapai titik terjauhnya dari Bumi atau apogee dengan jarak 405.839 kilometer. Bertepatan dengan fase Bulan baru pada 17 Mei, jaraknya mencapai titik terdekat, yaitu 358.075 kilometer.
Selain itu, pada beberapa malam Bulan akan tampak berpasangan dengan bintang juga planet, misalnya pada 3-4 Mei Bulan dengan bintang Antares selewat petang hingga fajar di langit arah antara timur-tenggara. Kemudian Bulan berbentuk sabit tipis berdekatan dengan Saturnus pada 14 Mei sekitar pukul 03.00 WIB di arah timur. Adapun pada 15 Mei Bulan berduet dengan Mars sekitar pukul 04.00 di arah timur.
Sedangkan hujan meteor Eta Aquarid yang berasal dari sisa komet Halley akan mencapai puncaknya pada 5-6 Mei sejak berlangsung 19 April hingga 28 Mei. Hujan meteor itu akan tampak datang dari rasi Aquarius dan bisa diamati mulai pukul 01.23 WIB sampai menjelang fajar. Setiap jam pengamat bisa melihat sekitar 10-30 meteor yang melesat dengan kecepatan tinggi, 66,9 kilometer per detik.

















































