Lampiran foto penindakan petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan di lapangan atas laporan warga di aplikasi JAKI. Tindakan yang dilakukan petugas itu dilakukan pada 23 Oktober 2025 untuk laporan pertama dan 25 Oktober 2025 untuk laporan kedua, tapi foto yang ditampilkan persis sama..
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus laporan warga di Kalisari, Jakarta Timur, melalui aplikasi JAKI yang ditindaklanjuti menggunakan foto hasil editan kecerdasan buatan (AI) belum lama terungkap ke publik. Ternyata, ini bukan kasus satu-satunya. Sebab tak berselang lama, warganet kembali mengungkap rekayasa tindak lanjut laporan warga oleh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di aplikasi JAKI menggunakan foto editan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan akun Threads @glensaimima, kasus itu bermula ketika ia mengadukan masalah parkir liar di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan pada 21 Oktober 2025 dan 24 Oktober 2025, melalui aplikasi JAKI.
Di aplikasi itu, dua pengaduannya itu ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, disertai lampiran foto penindakan petugas di lapangan. Tindakan yang dilakukan petugas itu dilakukan pada 23 Oktober 2025 untuk laporan pertama dan 25 Oktober 2025 untuk laporan kedua.
Namun, ia mendapati adanya dua foto yang sama persis dalam lampiran tindak lanjut laporannya di aplikasi JAKI. Padahal, tindak lanjut itu dilaksanakan dalam waktu yang berbeda, yang juga nampak di stempel waktu (timestamp) foto yang dilampirkan.
Ia menduga, petugas memanipulasi atau mengedit timestamp foto untuk merekayasa tindak lanjut laporannya. Pasalnya, foto yang digunakan dalam tindak lanjut laporannya sama persis.
"Foto atas timestamp-nya tanggal 25, yang bawah tanggal 23 Oktober, fotonya sama persis, ada petugas, ada bus TJ dan ada pedagang PKL tersenyum," tulis akun tersebut, dikutip Republika, Kamis (9/4/2026).
Warganet itu mengaku tidak masalah dengan tindak lanjut laporannya menggunakan foto hasil editan maupun foto hasil AI. Namun, masalahnya adalah karena masalah parkir liar yang dilaporkannya tidak juga teratasi. Bahkan, setelah berulang kali membuat laporan melalui aplikasi JAKI.
"Nyatanya parkir liar dan PKL-nya masih ada sampe detik ini," ujar akun itu.

4 hours ago
1














































