MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi perekonomian Indonesia secara umum masih dalam keadaan baik. Menurut dia, capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal IV-2025 menempatkan Indonesia pada posisi unggul di antara negara anggota G20.
"Hanya lebih rendah dari India yang memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 7,40 persen pada periode yang sama," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Airlangga berkata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut tercatat 5,39 persen dan menjadi yang tertinggi kedua di antara negara G20. Ia telah menyampaikan data tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Bahkan menurut dia, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama ekonomi karena berkontribusi 54 persen terhadap produk domestik bruto.
Airlangga menyebut produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,7 juta ton, dengan stok di Perum Bulog per 8 April 2026 sebesar 4,6 juta ton. Ia juga menyampaikan bahwa di tengah konflik di Timur Tengah, terdapat potensi jeda selama dua pekan pada perkembangan harga komoditas global akibat penundaan serangan oleh Amerika Serikat ke Iran.
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia, dimana harga West Texas Intermediate turun menjadi US$ 96,7 per barel dan Brent crude turun menjadi US$ 95,23 per barel.
Dari sisi fiskal, ia menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir kuartal pertama 2026 menunjukkan penerimaan pajak meningkat 14,3 persen atau mencapai Rp 462,7 triliun. Ia juga menyebutkan PMI manufaktur pada Maret 2026 berada di level ekspansif dengan angka 50,1.
Airlangga menyatakan pemerintah menyiapkan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang menurutnya dapat menghasilkan penghematan anggaran sebesar Rp 48 triliun mulai 1 Juli.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Menurut dia, Presiden Prabowo menegaskan rasio utang akan dijaga di kisaran 40 persen meskipun undang-undang memperbolehkan hingga 60 persen. Defisit anggaran, kata dia, juga akan dipertahankan di level 3 persen hingga akhir tahun.















































