Memilih Susu Formula Bukan Sekadar Merek: Fokus pada Komposisi dan Mutu

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua perlu memahami kandungan utama yang terdapat dalam susu formula sejak awal. Dokter spesialis anak konsultan dr Reza Fahlevi, Sp A(K), mengatakan pemahaman tersebut harus ada sebelum memberikan susu formula  ke anak sebagai nutrisi tambahan.

"Orang tua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Kamis (9/4/2026).

Hal pertama yang wajib diketahui orang tua adalah kandungan bahan yang berada di urutan awal pada daftar komposisi yang menunjukkan bahan yang paling banyak digunakan. Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, itu menandakan formula tersebut mengandung susu segar utuh tanpa melewati proses produksi panjang.

Reza mengatakan hal ini penting. Karena susu merupakan salah satu sumber energi, protein, kalsium, fosfor, dan mikronutrien lain yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hal kedua yang wajib dicek adalah bahan tambahan lain di dalam formula yang penting untuk diperhatikan diantaranya sukrosa, maltodextrin, sirup jagung, dan vanilin. Ketiganya sering terdengar teknis, padahal cukup penting untuk dipahami karena dapat memengaruhi komposisi dan rasa susu formula.

Reza menjelaskan maltodextrin adalah karbohidrat olahan yang cepat dipecah tubuh menjadi gula. Karena itu, orang tua perlu lebih cermat bila bahan ini muncul di daftar komposisi, terutama bila berada di urutan awal.

Sementara itu vanilin adalah bahan perisa yang digunakan untuk memperkuat rasa. Bahan lain seperti sirup jagung juga perlu diperhatikan karena merupakan sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan gula harian anak dan berpotensi memengaruhi kebiasaan makan.

"Bahan-bahan ini bukan nutrisi utama, namun paparan rasa manis sejak dini dapat membentuk preferensi rasa anak," katanya.

WHO menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak karena berkaitan dengan masalah kesehatan gigi dan risiko kesehatan jangka panjang. Di Indonesia, ketika angka karies gigi anak sudah sangat tinggi, perhatian terhadap tambahan gula dalam produk konsumsi anak menjadi semakin relevan.

Selain komposisi, orang tua juga perlu memahami proses produksi susu formula, penyimpanan, dan penanganan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu dan keamanan produk sampai dikonsumsi anak. Proses produksi yang terlalu panjang dan pemanasan yang berulang juga perlu dicermati karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi susu.

Dalam konteks ini, penting untuk diingat Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber gizi utama bagi bayi. Alasannya ASI mengandung komposisi nutrisi yang paling ideal, mudah diserap, serta mengandung antibodi yang berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit. Namun, dalam praktiknya, tidak semua orang tua dapat memberikan ASI secara penuh hingga usia tertentu.

Pada kondisi tersebut, susu formula sering kali menjadi pilihan lanjutan yang perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat. "Memilih susu formula bukan sekadar soal merek atau klaim yang terdengar meyakinkan. Ini tentang memahami apa yang benar-benar masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orang tua menjadi lebih teliti membaca label dan lebih kritis dalam memilih, agar dapat membantu membentuk generasi yang lebih sehat ke depannya," tutup Reza.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |