FILM animasi keluarga berjudul Garuda di Dadaku karya sutradara Ronny Gani meluncurkan trailer dan poster resmi beserta soundtrack utama berjudul sama yang dinyanyikan oleh musikus Isyana Sarasvati. Film yang diproduksi oleh BASE Entertainment bersama KAWI Animation akan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Film ini menghadirkan kisah tentang keberanian, kerja sama, dan mimpi anak Indonesia yang tumbuh lewat dukungan orang-orang di sekitarnya. Sebagai film keluarga untuk masa liburan sekolah, Garuda di Dadaku membawa semangat sepak bola, persahabatan, dan keberanian bangkit untuk mengejar mimpi bersama.
Dalam trailer resminya, diperlihatkan lebih utuh dunia cerita yang berpusat pada Putra (Keanu Azka), seorang anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Ada pula Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang hadir di saat Putra mulai kehilangan keyakinan pada dirinya sendiri.
Namun film ini tidak hanya berbicara tentang perjalanan satu anak mengejar cita-cita. Trailer juga memperlihatkan keberanian Putra tumbuh karena ada sosok-sosok yang percaya padanya, Gaga, Naya (Quinn Salman), teman-temannya, dan tim yang berjalan bersamanya. Kehadiran mereka menegaskan bahwa setiap mimpi membutuhkan orang-orang yang mampu melihat potensi kita, bahkan ketika diri sendiri masih ragu.
Sutradara Ronny Gani menuturkan dalam film ini ingin menunjukkan bahwa mimpi besar selalu lahir dari keberanian untuk melangkah bersama. Putra boleh menjadi pusat cerita, kata dia, tapi keberaniannya tumbuh karena ada Gaga, Naya, keluarga, dan tim yang percaya pada potensinya. “Buat saya, itu juga sangat mencerminkan proses kami membuat Garuda di Dadaku versi animasi selama lebih dari tiga tahun, sama seperti mimpi Putra, film ini tidak mungkin terwujud sendirian, melainkan lahir dari kerja kolektif para animator dan seluruh kru yang berjalan bersama sampai mimpi ini benar-benar hidup di layar,” katanya melalui keterangan tertulis pada Rabu, 8 April 2026.
Sebagai interpretasi baru dari IP ikonis Indonesia, Garuda di Dadaku tetap mempertahankan identitas kuatnya sebagai film tentang sepak bola, sembari menghadirkan pendekatan yang lebih emosional. Hal itu akan disajikan melalui relasi antar karakter, nilai sportivitas, kerja sama tim, dan semangat juara yang dekat dengan keluarga Indonesia.
Produser Shanty Harmayn menuturkan Garuda di Dadaku adalah kisah tentang bagaimana mimpi anak-anak bisa tumbuh lebih kuat ketika ada keluarga, sahabat, dan tim yang berjalan bersama mereka. “Ini bukan hanya mimpi Putra, tapi mimpi banyak anak Indonesia yang ingin berani melangkah dan mengejar mimpinya,” ucapnya.
Sementara soundtrack utama “Garuda di Dadaku” yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati berfungsi sebagai lapisan emosional yang menghidupkan energi film, sekaligus menjadi representasi harapan, keberanian, dan dorongan untuk terus melangkah meski penuh keraguan. “Yang aku suka dari film ini adalah semangat bahwa kita tidak berjalan sendirian. Lagu ini aku bayangkan seperti dorongan energi untuk anak-anak yang sedang belajar percaya pada mimpi mereka,” ungkap Isyana.
Poster yang dirilis memotret energi utama film melalui Putra, Gaga, Naya, dan teman-temannya dalam satu bingkai penuh warna yang memancarkan nuansa petualangan, kehangatan, dan semangat besar dari perjalanan kecil yang mereka mulai bersama.















































