Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun

3 days ago 1

Petani memanen jagung saat kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 di sejumlah titik dengan total panen mencapai 300 ton dari lahan seluas 75,99 hektar guna menjaga ketersediaan pangan nasional serta mendukung program swasembada pangan nasional khususnya swasembada jagung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebesar Rp300 triliun pada 2026 untuk memperkuat pembiayaan sektor pangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KUR menjadi instrumen utama pemerintah memperluas akses modal petani dan pelaku usaha tani.

“Pemerintah terus mendorong dalam bentuk pembiayaan yaitu KUR untuk pertanian. Tahun ini kita punya plafon Rp300 triliun,” kata Airlangga dalam Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Airlangga menjelaskan, pada 2025 penyaluran KUR pertanian mencapai Rp102 triliun, sementara pemerintah menetapkan plafon lebih tinggi untuk memperkuat dorongan pembiayaan.

Airlangga menegaskan plafon KUR pertanian masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan. Sepanjang pembiayaan produktif dan tepat sasaran, pemerintah tidak membatasi sektor penerima KUR.

“Dan sebetulnya untuk pertanian pun plafonnya bisa kita naikkan, tidak ada pembatasan untuk pertanian dan KUR ini bisa terus untuk dijaga,” ujar Airlangga.

Pemerintah mencatat capaian ketahanan pangan 2025 membaik dengan produksi beras 34,71 juta ton dan jagung sekitar 16 juta ton. Capaian tersebut dinilai menopang stabilitas pasokan pangan nasional.

“Dan tentu kita bersyukur tahun 2025 kita bisa mengatasi terkait kemampuan kita untuk ketahanan pangan termasuk produksi beras yang mencapai 34,71 juta ton,” kata Airlangga.

Pemerintah berkomitmen menjaga realisasi KUR pertanian agar terus tumbuh, sekaligus mempertahankan swasembada beras, stabilitas harga, dan kesejahteraan petani. Kebijakan pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada 2025 saat panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Pengumuman ditandai penumbukan alu ke dalam lesung bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan perwakilan petani.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |