Jamaah Haji DIY Diminta Jaga Kartu Nusuk Selama di Saudi, tanpa Nusuk Aktivitas Haji akan Terganggu

2 hours ago 3

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah menunjukkan kartu Nusuk sebelum dibagikan ke jamaah calon haji Indonesia di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Senin (10/6/2024). PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kartu pintar tersebut karena akan dipergunakan sebagai akses dalam mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- Calon jamaah haji DIY diingatkan menjaga kartu Nusuk yang mulai dibagikan di embarkasi haji. Seperti diketahui, Kartu Nusuk ini merupakan identitas digital resmi (smart card) wajib dari Pemerintah Arab Saudi untuk jamaah haji yang akan menunaikan ibadah.

Kartu ini menjadi akses utama bagi jamaah selama berada di Tanah Suci pasalnya memuat data diri dan QR code untuk akses layanan, terutama di Makkah dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Jauhar Mustafa, menegaskan kartu Nusuk memiliki peran sangat vital bagi setiap jamaah. Tanpa kartu tersebut, aktivitas jamaah di Arab Saudi akan terhambat.

"Kartu nusuk ini merupakan SIM-nya jamaah. Tanpa kartu nusuk ini mereka tidak bisa beraktivitas apa pun di sana, karena pemerintah Arab Saudi sudah sangat memperketat, hanya visa haji yang boleh berhaji," katanya saat dijumpai di Embarkasi Haji Yogyakarta, Selasa (21/4/2026).

Jauhar menyampaikan, pembagian kartu Nusuk menjadi bagian dari inovasi layanan haji Indonesia. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang sempat menjadi kendala, kini kartu tersebut langsung diberikan dan diaktifkan saat jamaah berada di embarkasi.

"Hari ini jamaah datang ke embarkasi, nanti akan diberikan kartu nusuk sekaligus diaktivasi. Ini lompatan luar biasa," ujarnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |