FTZ ditujukan untuk dapat menarik investor agar beroperasi di Indonesia.
REPUBLIKA.CO.ID, BINTAN -- Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), di bawah pengelolaan PT Bintan Inti Industrial Estate, merupakan salah satu kawasan industri di dalam wilayah kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB/FTZ) di utara Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pada Senin (24/8/2026) kawasan ini kembali menjadi saksi pelepasan ekspor perdana accumulator shell milik PT Shelltec Hydraulic Indonesia senilai Rp 1 miliar.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, yang pihaknya turut memfasilitasi ekspor perdana PT Shelltec Hydraulic Indonesia ini mengungkapkan bahwa produk berupa accumulator shell sebanyak 410 tabung dengan berbagai volume ini, berhasil unjuk gigi di pasar internasional dengan negara tujuan ekspor Jerman. Untuk memastikan kelancaran administrasi kepabeanan dalam ekspor perdana tersebut, Bea Cukai Tanjungpinang hadir langsung untuk melayani dan mengawasi prosesnya.
"Bea Cukai, DKUPP Bintan, dan PT BIIE bersinergi menyukseskan pelepasan ekspor ini. Nantinya, komponen accumulator shell rakitan kawasan Bintan tersebut akan dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan multinasional yang bergerak di sektor perminyakan dan gas bumi. Pencapaian luar biasa ini membuktikan produk lokal Bintan mampu memenuhi standar kualitas dan bersaing di kancah global," ujar Joko.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan PT Shelltec Hydraulic Indonesia ini diharapkan dapat memacu para pelaku usaha lain untuk terus berinovasi dan melebarkan sayap ke pasar luar negeri demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
FTZ sendiri merupakan suatu kawasan yang berada dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpisah dari daerah pabean, sehingga bebas dari pengenaan bea masuk, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan atas barang mewah, dan cukai. Keberadaan FTZ ditujukan untuk dapat menarik investor agar beroperasi di Indonesia yang meningkatkan produksi dan ekspor dalam negeri serta membuka semakin banyak lapangan pekerjaan.

5 hours ago
4















































