Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (27/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Ia juga memastikan Anggaran dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi BBM cukup.
“Saya ingin menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan, alokasi anggaran untuk BBM subsidi tidak akan dihilangkan, dan akan terus diadakan sampai pengujung tahun ini. Sementara itu, mengenai harga BBM non-subsidi, Pemerintah masih melakukan pengkajian.
Menurut penuturan Purbaya, ia sudah melakukan perhitungan terhadap kebijakan tidak menaikkan harga BBM subsidi. Ia memastikan defisit anggaran tidak akan melebar melewati ambang batas di level 3 persen.
“Saya sudah exercise, dengan harga minyak dunia rata-rata 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun. Dan degan exercise-exercise yang lain, pemotongan di sana-sini, penghematan di sana-sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9 persen,” ungkapnya.
Purbaya meminta agar masyarakat tenang dalam menanggapi melonjaknya harga minyak dunia, yang memunculkan kekhawatiran akan turut terkereknya harga BBM dalam negeri dan menyebabkan terbebaninya APBN. Menurut pengamatannya, harga minyak dunia tidak akan bertahan lama di atas 100 dolar AS per barel.
“Masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih. Kaya lah. Jadi, uang kita cukup,” tegasnya.

2 weeks ago
8














































