PNM Mekaar Dorong Perempuan Prasejahtera Lepas dari Jerat Rentenir Lewat Pemberdayaan UMKM

4 days ago 4

INFO TEMPO - PT Permodalan Nasional Madani melalui program Mekaar terus berupaya membantu perempuan prasejahtera memperoleh akses pembiayaan yang aman dan terarah agar tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang sering kali memberatkan. Sebab, pemberdayaan usaha ultra mikro tidak hanya berkaitan dengan penambahan modal usaha semata.

Di kalangan ibu-ibu pelaku UMKM, pemberdayaan juga dimaknai sebagai tumbuhnya keberanian untuk mengambil peran, memperkuat perekonomian keluarga, serta membangun ketahanan bersama menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran PNM Mekaar menjadi wadah bagi para ibu untuk perlahan lepas dari ketergantungan terhadap rentenir melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan kebersamaan dalam kelompok.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Perempuan dalam ekosistem ultra mikro bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama ekonomi rumah tangga. Dari usaha kecil yang dikelola di dapur, teras rumah, hingga pasar-pasar lokal, lahir dampak yang lebih luas bagi pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan kesejahteraan lingkungan sekitar.

Melalui PNM Mekaar, pemberdayaan diberikan tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga melalui tiga modal utama, yaitu modal finansial berupa akses pembiayaan untuk mendukung keberlangsungan usaha, modal intelektual melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha, serta modal sosial yang tumbuh dari kebersamaan dan solidaritas dalam kelompok. Melalui pendampingan berbasis kelompok, para ibu juga belajar mengelola usaha, membangun kepercayaan diri, serta saling mendukung satu sama lain.

Kepemimpinan informal para ketua kelompok menjadi salah satu kekuatan penting dalam proses transformasi tersebut. Di tengah kedekatan sosial antaranggota, ketua kelompok tidak hanya berperan mengoordinasikan pertemuan, tetapi juga menjadi penggerak semangat, tempat berbagi pengalaman, serta jembatan bagi anggota lain untuk terus bertumbuh. Modal sosial yang terbentuk dari kebersamaan ini kemudian memperkuat resiliensi ekonomi perempuan, karena setiap anggota tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya.

Salah satu kisah tersebut hadir dari Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, yang mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil olahan laut serta catering. Dari usaha yang bermula sederhana, ia tidak hanya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka ruang manfaat bagi ibu-ibu di sekitarnya untuk ikut memiliki penghasilan. 

“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut, dan mau maju bersama,” ujarnya.

Kisah Ibu Eko menjadi gambaran bahwa ketika perempuan diberi ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk bertumbuh, dampaknya dapat melampaui satu usaha dan satu keluarga. Dari kelompok kecil yang saling percaya, lahir keberanian untuk bermimpi lebih besar, membangun usaha yang lebih kuat, dan menghadirkan perubahan yang lebih berarti bagi komunitas di sekitarnya. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |