Gus Ipul: Siapa Pun Boleh Maju Jadi Ketum PBNU, Presiden tak akan Cawe-Cawe

2 hours ago 1

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Sejumlah tokoh penting Nahdlatul Ulama dan pejabat nasional turut hadir dalam rapat tersebut. Rapat Pleno PBNU menjadi forum strategis yang akan menetapkan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pascapemberhentian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) oleh Syuriah PBNU.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan Muktamar ke-35 NU akan menjadi ruang terbuka bagi seluruh kader terbaik untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Ia juga memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses pemilihan yang berlangsung di forum tertinggi organisasi tersebut.  

Gus Ipul mengatakan, panitia saat ini masih fokus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar agar berjalan lancar. Menurut dia, NU memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi sehingga setiap kader memiliki hak untuk mencalonkan diri.

“Ya kita panitia sedang mempersiapkan, mudah-mudahan lancar mohon doa restunya. Yang kedua, siapapun boleh maju, siapapun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” kata Gus Ipul, Rabu (15/7).

Ia menyebut sejumlah nama yang belakangan ramai disebut berpeluang maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Selain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang telah menyatakan siap maju kembali, beberapa nama lain juga mulai mengemuka.

“Di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof. Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya,”kata dia.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |