REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengatakan bahwa penjualan kendaraan bekas di segmen elektrik belum menunjukkan jumlah yang signifikan. Hal ini berbeda dengan kendaraan baru yang terus menunjukkan tren yang positif.
“Yang pasang iklan segmen EV terakhir, kita cek itu paling cuman 1 persen dari total iklan yang ada di OLXMobbi. Jadi, kalau dari kita jawabannya masih konsisten yang jual masih sedikit sekali untuk segmen ini,” kata Agung Iskandar kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Penjualan mobil bekas segmen EV yang masih kurang diminati ini, dikarenakan beberapa hal yang cukup krusial bagi pemiliknya. Agung mengatakan, besar kemungkinan para pemilik mobil listrik masih enggan untuk menjual karena penurunan harga yang cukup drastis.
“Karena mobil listrik itu juga kan baru menjadi dalam dua tahun terakhir ini, kemudian yang mau jual mereka yang benar-benar niat jual. Kalau nggak, dia merasa sayang karena harganya turun lumayan jauh,” ujar dia.
Terkait masalah depresiasi atau penurunan harga ini, Agung menjelaskan bahwa depresiasi ini dapat menyentuh hingga 50 persen dari harga baru.
“Hyundai IONIQ sama Wuling Air Ev turunnya lumayan, udah bisa 50 persen lebih turunnya. IONIQ 5 sekarang yang tahun 2022 itu, sekitar Rp350-Rp250 jutaan,” jelas dia.
Tidak hanya terkait masalah harga yang terjun cukup jauh, konsumen yang tertarik dengan kendaraan elektrik ini juga tidak memiliki pendampingan dari perusahaan pembiayaan. Kebanyakan perusahaan pembiayaan, masih belum cukup percaya untuk membiayai pembelian kendaraan EV saat ini.
Saat ini, pemasangan iklan untuk segmen kendaraan listrik di OLXMobbi masih didominasi dengan kendaraan Wuling Air Ev dan juga Hyundai Ioniq.
Hal ini, dikarenakan populasi dari kendaraan-kendaraan ini sudah cukup populer untuk pasar otomotif Indonesia. Tidak heran jika penjualan kendaraan elektrik masih didominasi oleh model-model tersebut.
sumber : Antara

2 hours ago
3
















































