PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati naskah final perjanjian damai yang tengah dirundingkan. Menurut dia, para mediator kini bekerja sama dengan kedua pihak untuk menyelesaikan tahapan berikutnya menuju penandatanganan kesepakatan.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa teks akhir kesepakatan perdamaian yang telah disepakati telah tercapai dan Pakistan sekarang bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah selanjutnya,” tulis Sharif di sosial media X, dilansir dari Al Arabiya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sharif pun menautkan akun Presiden AS Donald Trump serta para pemimpin lain dari kedua negara. Lebih lanjut, dia menyebut Islamabad telah menjadi fasilitator antara kedua pihak selama berbulan-bulan. “Perdamaian tidak pernah sedekat sekarang,” ungkap Sharif.
Hal serupa juga diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahwa negosiasi damai dengan AS untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah tidak pernah sedekat ini. Sementara itu, Trump gusar dan menuduh Teheran bernegosiasi dengan itikad buruk.
“Di tengah upaya mediasi intensif yang sedang berlangsung oleh Pakistan, kami sepenuhnya menyadari kampanye disinformasi yang terus-menerus dilakukan oleh mereka yang ingin menyabotase kesepakatan perdamaian,” ujar PM Pakistan.
Swiss Puji peran Pakistan dalam Memfasilitasi Upaya Diplomatik
Menteri luar Negeri Swiss Ignazio Cassis mengatakan bahwa Swiss memuji peran Pakistan dalam memediasi perundingan damai antara AS-Iran. Di sisi lain, beredar laporan bahwa rekonsiliasi politik berpotensi ditandatangani di Jenewa.
Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar telah berkomunikasi melalui telepon dengan Chassis membahas perkembangan regional serta menyambut baik kemajuan upaya diplomatik antara AS dan Iran.
“Menlu Swiss mengapresiasi peran utama Pakistan dalam mendukung keterlibatan diplomatik dan upayanya untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.
Panggilan telepon itu terjadi di tengah kabar bahwa seremoni penandatanganan dapat dilaksanakan di Jenewa pekan ini. Sebelumnya, pada Kamis lalu empat pesawat angkut C-17 Angkatan Udara AS berangkat ke Eropa membawa perlengkapan Wakil Presiden AS JD Vance ke Jenewa untuk menghadiri kemungkinan penandatanganan perjanjian prakontrak tersebut, lapor Axios.
Persiapan yang dilaporkan tersebut menyusul komentar Presiden AS Donald Trump, Kamis pagi bahwa Washington dan Teheran telah mencapai “kesepakatan besar.” Dia bersesumbar perjanjian nota kesepahaman dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.

















































