PERUSAHAAN teknologi Google baru saja menghadirkan fitur pencarian berbasis akal imitasi baru (AI) di YouTube bernama “Ask YouTube”. Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks untuk mencari video maupun rekomendasi konten di platform tersebut.
Dalam pengumumannya, Google menyebut fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman pencarian yang lebih canggih di YouTube. Melalui Ask YouTube, pengguna dapat mencari berbagai topik dengan format percakapan dan melanjutkan pencarian menggunakan pertanyaan lanjutan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Dengan Ask YouTube, Anda dapat mengajukan pencarian yang lebih kompleks, seperti mencari tips mengajari anak naik sepeda, atau menemukan ulasan kreator tentang game santai yang cocok dimainkan sebelum tidur,” tulis perusahaan itu, dikutip dari laporan Tech Crunch, 19 Mei 2026.
Pengguna, kata Google, bahkan dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk terus mempersempit hasil pencarian yang diinginkan.
Fitur tersebut akan menggabungkan hasil dari video Shorts maupun video berdurasi panjang sebelum menghasilkan jawaban berbasis AI. Saat ini Ask YouTube mulai tersedia bagi pelanggan Premium di Amerika Serikat yang menggunakan desktop melalui program uji coba fitur eksperimental YouTube.
Selain itu, Google juga menambahkan Gemini Omni, model video AI terbaru mereka, ke fitur YouTube Shorts Remix dan aplikasi YouTube Create. Kehadiran model tersebut disebut akan membantu pengguna membuat dan mengembangkan konten video dengan lebih mudah.
“Remix dengan Omni menghadirkan cara baru bagi pengguna untuk berkreasi dan mengembangkan imajinasi satu sama lain,” tulis YouTube dalam siaran pers. “Model ini lebih memahami maksud pengguna sehingga mampu menciptakan alur cerita yang lebih konsisten dan bermakna, sekaligus menangani penyesuaian video dan audio yang kompleks di balik layar.”
Langkah YouTube ini muncul di tengah beragam respons terhadap penggunaan AI pada platform video pendek. Sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Meta dan OpenAI sebelumnya juga mendorong pemanfaatan AI untuk pembuatan konten video. OpenAI bahkan telah menutup aplikasi sosial Sora yang memungkinkan pengguna membagikan klip video buatan AI.
Di sisi lain, YouTube turut memperluas fitur pendeteksi kemiripan wajah untuk kreator berusia 18 tahun ke atas. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu mencegah penyalahgunaan deepfake terhadap kreator dalam video AI milik pengguna lain.
Melalui fitur itu, kreator dapat mengajukan permintaan penghapusan jika menemukan representasi diri mereka yang dianggap menyesatkan dalam video AI. Namun, efektivitas fitur tersebut masih akan diuji seiring perluasan penggunaannya secara lebih luas.

















































