Mengapa Jude Bellingham Jadi Tumpuan Inggris di Piala Dunia

1 hour ago 2

TIMNAS Inggris datang ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal tiga pertandingan tanpa kekalahan dan status juara Grup L. Namun, pola permainan Inggris terlihat. Setiap kali permainan The Three Lions menemui jalan buntu, bola seolah selalu mengarah kepada Jude Bellingham.

Pola itu terlihat lagi ketika Inggris menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama. Selama hampir satu babak, tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Situasi semakin menekan karena pada saat bersamaan Kroasia unggul atas Ghana, hasil yang sempat mengancam posisi Inggris di puncak klasemen.

Di tengah situasi tersebut, Bellingham kembali menjadi pembeda. Gelandang Real Madrid itu membuka keunggulan Inggris dengan memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka. Setelah kebuntuan pecah, permainan Inggris menjadi lebih lepas. Bellingham kemudian kembali berperan dengan mengirim umpan silang akurat kepada Harry Kane yang berbuah menjadi gol kedua.

Kontribusi itu membuat pemain berusia 22 tahun tersebut kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Sepekan sebelumnya ia juga menerima penghargaan serupa seusai Inggris bermain imbang tanpa gol melawan Ghana. Saat itu, ia mengaku merasa tidak pantas menerimanya karena Inggris gagal menang.

Performa Bellingham terbilang konsisten sejak awal turnamen. Ia mencetak gol ketika Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 pada laga pembuka Grup L. Dengan tambahan satu gol dan satu assist ke gawang Panama, Bellingham kini sudah terlibat dalam tiga gol Inggris di Piala Dunia 2026. Catatan itu menyamai kapten Harry Kane sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak di skuad Inggris.

Pilihan Editor: Dugaan 'Main Mata' Austria dan Aljazair di Piala Dunia 2026
Pilihan Editor: Mengapa Tim Asia Berguguran di Babak Awal Piala Dunia 2026

Pelatih Thomas Tuchel melihat kontribusi Bellingham lebih dari sekadar statistik. Menurut dia, sang gelandang mampu memberikan sesuatu yang tidak dimiliki banyak pemain lain dalam menentukan hasil pertandingan lewat kualitas individu. "Dia membawa kualitas individunya sendiri untuk menentukan pertandingan. Dia adalah pemain kunci," kata Tuchel seperti dikutip dari ESPN.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pelatih asal Jerman itu mengatakan Bellingham sejak hari pertama mengikuti pemusatan latihan sudah menunjukkan sikap yang diinginkan tim pelatih. Ia menjalankan seluruh tuntutan taktik sebagai pemain tim, tetapi tetap menampilkan kreativitas dan keberanian mengambil keputusan pada momen-momen penting. "Itulah yang kami inginkan darinya," ujar Tuchel. "Sejauh ini dia tampil sangat baik. Dia harus terus melanjutkannya."

Meski menjadi pemain yang paling sering menentukan pertandingan, Tuchel tetap berhati-hati. Bellingham melewatkan awal musim karena menjalani operasi bahu dan kembali mengalami cedera hamstring pada awal tahun ini. Karena itu, Tuchel beberapa kali menariknya keluar lapangan sekitar menit ke-60. Menurut dia, Bellingham kini mulai kembali mampu memainkan sepak bola dengan intensitas tinggi. "Saat dia bermain dengan intensitas seperti itu, dia menjadi pemain kunci. Dia memang menyukai pertandingan-pertandingan besar," ucap dia.

Pandangan serupa datang dari ruang ganti Inggris. Marcus Rashford menilai Bellingham bukan hanya tampil baik secara individu, tetapi juga mampu mengangkat performa rekan-rekannya. "Dia memberi begitu banyak untuk tim," kata Rashford seperti dikutip dari laman FIFA.

Menurut penyerang Manchester United itu, salah satu kualitas terbesar Bellingham adalah kemampuannya mendorong seluruh tim untuk bermain lebih baik. "Dia tidak hanya mendorong dirinya sendiri, tetapi juga pemain-pemain di sekitarnya. Dia menggerakkan Inggris. Dia selalu menginginkan lebih."

Bagi Rashford, penampilan Bellingham saat melawan Panama sangat lengkap. Bellingham mencetak gol, membuat assist, sekaligus menjadi pusat permainan Inggris. "Kami tahu betapa pentingnya dia untuk tim ini. Kami membutuhkan dia terus bermain seperti ini jika ingin terus menang,” ujar dia.

Noni Madueke bahkan melihat penampilan Bellingham sebagai sesuatu yang biasa. Ketika banyak orang memuji aksi sang gelandang sebagai penampilan terbaiknya di turnamen ini, pemain Arsenal tersebut justru menganggapnya sebagai standar yang memang selalu ditunjukkan Bellingham. "Dia pemain kelas dunia," kata Madueke, dikutip dari ESPN.

Madueke mengatakan Bellingham telah mempertahankan level permainan itu selama bertahun-tahun. "Setiap kali saya melihatnya bermain, saya hampir selalu melihat penampilan yang sama. Jadi saya tidak mengerti mengapa orang-orang terkejut. Itulah yang selalu dia lakukan. Jadi bagi saya, itu normal," kata dia.

Di tengah pujian yang datang dari pelatih maupun rekan setimnya, Bellingham justru memilih berbicara mengenai tim. Ia mengatakan target pertama Inggris sudah tercapai, yakni lolos dari fase grup sebagai juara. "Tugas pertama sudah selesai," kata Bellingham.

Menurut dia, Inggris belum mencapai level permainan terbaiknya. Ia menilai tim masih harus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. "Kami tahu level yang ingin kami capai dan kami harus terus meningkat di setiap pertandingan."

Bellingham juga tidak terlalu memikirkan siapa lawan Inggris pada babak berikutnya. Menurut dia, tim yang ingin menjadi juara dunia memang harus siap menghadapi siapa pun. "Kalau ingin memenangi Piala Dunia, kami harus mengalahkan tim-tim terbaik. Kami menghormati siapa pun lawannya," ucap dia.

Keampuhan Bellingham akan diuji saat Inggris menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar di Stadion Atlanta, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Lawan mereka datang dengan pertahanan yang menjadi salah satu yang paling sulit ditembus sepanjang fase grup.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |