REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 200 miliar dalam APBD Jateng 2026 yang ditujukan untuk perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah daerah di provinsi tersebut. Realokasi dilakukan dengan menerbitkan peraturan kepala daerah (perkada).
"Kita di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) kemarin ditambahi (anggaran) melalui perkada. Jumlah totalnya ada Rp 200 miliar yang dialokasikan ke tempat kami," ungkap Kepala Dinas PUPR Jateng Henggar Budi Anggoro ketika diwawancara, Sabtu (13/6/2026).
Dia menerangkan, dana tersebut akan digunakan untuk pengaspalan dan betonisasi sejumlah ruas jalan yang rusak di Jateng, antara lain di Jalan Keling-Kelet di Kabupaten Jepara dan Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora. Belum lama ini, warga Randublatung melakukan aksi menanam pohon pisang di lubang jalan untuk mengkritik rusaknya kondisi Jalan Randublatung-Cepu. Aksi mereka viral di media sosial.
Henggar mengungkapkan, perbaikan ruas jalan juga dilakukan di daerah lain seperti di Purworejo, Sragen, dan wilayah Soloraya. Khusus ruas Jalan Randublatung-Cepu, Henggar menyebut, anggaran perbaikan jalan yang disiapkan sebelumnya hanya Rp 5,27 miliar. "Nah sekarang ditambahi Rp 29,22 miliar," ujarnya.
Menurut Henggar, anggaran Rp 5,27 miliar diperkirakan hanya bisa memperbaiki sekitar 500-700 meter jalan yang rusak di ruas Randublatung-Cepu. Namun dengan tambahan Rp 29 miliar, dia optimistis jalan yang diperbaiki dapat mencapai 2,5 kilometer. Adapun kondisi kerusakan jalan di ruas Randublatung-Cepu diperkirakan sepanjang 2,6 kilometer.
Henggar mengungkapkan, dengan adanya realokasi melalui perkada, anggaran perbaikan jalan untuk 2026 bertambah menjadi sekitar Rp 320-an miliar. "Untuk anggaran yang realokasi, rencana pelaksanaan kurang lebih sekitar akhir Juli atau paling telat bulan Agustus 2026," ucapnya.
Sebelumnya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi telah menyampaikan akan melakukan realokasi anggaran untuk proyek perbaikan jalan di provinsinya. Langkah tersebut diambil setelah Luthfi menuai kritik soal kondisi kerusakan jalan, khususnya dari warga Randublatung yang melakukan aksi menanam pohon pisang pada akhir Mei dan awal Juni 2026 lalu.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membuat perkada untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan," kata Luthfi seusai menggelar rapat evaluasi APBD Jateng 2026 dan persiapan APBD Perubahan 2026 di kantornya, Senin (8/6/2026) lalu.
"Hari ini saya putuskan dengan wagub, sekda, dan seluruh organisasi perangkat daerah bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan perkada. Sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat, insya Allah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4 persen," tambah Luthfi.

3 hours ago
5

















































