ATLET tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku kurang siap mengantisipasi perubahan permainan lawannya saat kalah dari pebulu tangkis muda China, Hu Zhe An, pada perempat final Malaysia Masters 2026 di Kuala Lumpur, Jumat, 22 Mei 2026.
Jonatan tersingkir setelah kalah rubber game 21-14, 13-21, 16-21. Padahal, unggulan keempat itu sempat tampil dominan pada gim pertama. “Pertama pasti bersyukur, selalu puji Tuhan karena selesai tanpa ada yang cedera,” kata Jonatan seusai pertandingan melalui keterangan tertulis PBSI.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski demikian, Jojo—sapaan akrab Jonatan—menyayangkan kegagalannya mempertahankan performa setelah unggul pada gim pembuka. “Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan, tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga,” ujar dia.
Menurut Jonatan, Hu mulai mampu membaca pola permainannya sejak gim kedua. Selain itu, serangan-serangan lawan dinilai semakin efektif sehingga mengubah jalannya pertandingan. “Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan,” kata dia.
Pada gim ketiga, Jonatan sempat berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, ia mengakui kehilangan beberapa poin krusial karena kurang sabar dalam situasi ketat. “Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi satu-dua poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah,” ujar Jonatan.
Setelah tersingkir dari Malaysia Masters, Jonatan mengatakan akan segera mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya, yakni Singapore Open dan Indonesia Open. “Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya,” kata dia.

















































