Iran Ajukan Proposal 14 Poin ke AS untuk Akhiri Perang

6 days ago 3

IRAN pada Selasa, 19 Mei 2026, mengungkap rincian proposal terbaru yang diajukan kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang pecah setelah serangan Washington dan Israel terhadap Teheran pada Februari lalu.

Dilansir TRT World, rincian proposal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam rapat dengan Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran. Dalam pertemuan itu, Gharibabadi memaparkan perkembangan terbaru diplomasi antara Teheran dan Washington.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, proposal tersebut menegaskan hak Iran untuk tetap melakukan pengayaan uranium dan menjalankan program nuklir untuk tujuan damai. Gharibabadi mengatakan proposal itu menekankan “hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium dan aktivitas nuklir damai.”

Tuntutan Iran kepada Amerika Serikat

Selain mempertahankan program nuklir sipilnya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan lain kepada Amerika Serikat.

Teheran meminta penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Libanon. Dilansir Anadolu, Iran juga menuntut pencabutan blokade laut Amerika Serikat, pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, serta kompensasi dari Washington atas kerusakan akibat perang untuk mendukung proses rekonstruksi.

Menurut Gharibabadi, proposal itu mencakup “pengakhiran konflik di seluruh front, termasuk Libanon; pencabutan blokade laut Amerika Serikat; pembebasan aset Iran; dan kompensasi oleh Amerika Serikat atas kerusakan yang ditimbulkan perang terakhir untuk mendukung upaya rekonstruksi.”

Iran juga meminta penghapusan seluruh sanksi unilateral Amerika Serikat dan pencabutan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terkait dengan negaranya. Selain itu, Teheran menuntut penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah di sekitar Iran.

Proposal Disampaikan melalui Pakistan

Menurut laporan media Iran, proposal revisi yang terdiri dari 14 poin itu disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan pada 10 Mei 2026. Proposal tersebut merupakan tanggapan Iran atas usulan Washington untuk mengakhiri konflik.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan tersebut. Ia menyebut proposal Iran “sama sekali tidak dapat diterima.”

Di tengah mandeknya negosiasi, Trump pada Sabtu lalu kembali mengancam Iran melalui unggahan di Truth Social. Ia memuat gambar kapal-kapal perang Amerika Serikat, salah satunya menampilkan bendera Iran, dengan tulisan, “Keadaan tenang sebelum badai.”

Pada Senin malam, Trump mengatakan ia menunda serangan yang semula direncanakan pada Selasa atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan telah memerintahkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk bersiap melancarkan serangan besar-besaran.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |