ORGANISASI Gerakan Rakyat Bersatu (GRIB) Jaya buka suara soal isu penyanderaan terhadap anak penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana. Dugaan penyanderaan itu terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 lalu.
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menyatakan narasi yang beredar saat ini sama sekali tidak benar. "Itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal," kata Marcel, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Marcel mengklaim Ketua DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, tidak mungkin akan menyandera orang lain. "Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu," tutur Marcel dalam keterangannya kepada Tempo.
Menurut Marcel, pimpinannya itu adalah sosok yang sangat sosial dan humanis. Hercules, klaim dia, dekat dan menyayangi anak-anak yatim piatu. "Fakta sebenarnya di lapangan, Pak Hercules itu justru menasihati anak Ahmad Bahar secara baik-baik," ucap Marcel.
Hercules, kata Marcel, mencoba menceritakan duduk perkara permasalahan antara dirinya dan Ahmad Bahar. Hercules ingin agar anak tersebut bisa memahami betul fakta yang ada dan mendorong ayahnya untuk bisa bertanggung jawab.
Marcel menyayangkan narasi yang beredar saat ini justru memutarbalikkan fakta Hercules menjadi korban karena diserang secara personal oleh Ahmad Bahar. "Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpati," kata Marcel.
Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah sekaligus kuasa hukum korban, Gufroni, menyatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum atas dugaan penyanderaan yang dilakukan GRIB Jaya terhadap Ilma. "Rencananya (laporan) di Polda Metro Jaya," ujar Gufroni, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Gufroni mengungkapkan ada dua laporan polisi yang akan didaftarkan oleh pihaknya. Laporan pertama terkait dengan dugaan penyanderaan, penculikan, hingga aksi persekusi. "(Terlapor) termasuk Hercules," kata Gufroni saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta.
Menurut Gufroni, Hercules diduga ikut mengintimidasi dan mengancam Ilma. "Dia mengeluarkan pistol, lalu dia tembak ke bawah, dor, dor! dua kali," tutur Gufroni.
Gufroni juga akan melaporkan dugaan akun pribadi milik Ilma diretas orang tidak dikenal. Pelaku peretasan itulah yang diduga mengirimkan pesan-pesan menyerang kepada Hercules yang membuat pimpinan tinggi ormas itu meradang.
Ilma bercerita kejadian bermula saat rombongan GRIB Jaya tiba-tiba mengepung kediamannya pada Ahad, 17 Mei 2026 lalu. Menurut Ilma, massa ketika itu mencari-cari keberadaan ayahnya tetapi gagal menemukannya.
Menurut Ilma, massa kemudian memaksa dirinya untuk ikut ke markas GRIB Jaya. "Mereka bilang, kalau saya enggak ikut, akan semakin banyak orang yang akan datang (ke rumah)," ujar Ilma.
Ketika tiba di markas ormas tersebut, kata Ilma, dia langsung berhadapan dengan Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules. "Banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas diucapkan," tutur Ilma dengan nada terisak.
















































