DUA ekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) baru saja memecahkan rekor migrasi terpanjang yang pernah tercatat dalam sejarah sains. Peneliti mengidentifikasi perjalanan dua paus ini berdasarkan tanda khas pada ekornya di dua lokasi yang berjarak hampir 15 ribu kilometer satu sama lain.
Paus-paus ini melakukan perjalanan ke arah yang berlawanan dengan menempuh jarak lebih jauh daripada paus bungkuk mana pun yang tercatat dalam sejarah. “Ini adalah peristiwa sangat langka,” kata mantan kepala program penelitian paus di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Phillip Clapham, dikutip Science Alert, Rabu, 20 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Jalur migrasi paus tersebut terekap dalam data yang dikonfirmasi peneliti berdasarkan foto ekor yang dilakukan di Australia dan Brasil. Peneliti memastikan bahwa individu yang sama benar-benar melakukan perjalanan antara dua benua.
Sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa populasi paus bungkuk memiliki loyalitas tinggi terhadap rute migrasi musiman yang tetap antara wilayah makan di kutub dan wilayah kawin di tropis. Namun, temuan ini membuktikan adanya fleksibilitas perilaku yang jauh lebih tinggi dari perkiraan awal dalam beradaptasi dengan kondisi samudra yang luas.
Fenomena ini mengisyaratkan bahwa konektivitas antara populasi paus di dunia mungkin jauh lebih kompleks daripada yang terpetakan selama ini. Migrasi terjauh ini diperkirakan terjadi sebagai upaya paus dalam mencari area berkembang biak baru atau merespons perubahan ketersediaan sumber daya pangan di perairan asal mereka.
Selain itu, kondisi lingkungan yang dinamis di perairan global seringkali memaksa satwa laut untuk menjelajahi wilayah yang sebelumnya tidak dianggap sebagai jalur migrasi standar. Para ahli biologi kelautan meyakini fenomena ini sebagai bentuk pertahanan mamalia besar dalam menghadapi perubahan habitat.
Adapun peneliti dari Pacific Whale Foundation, Stephanie Stack, mengatakan para paus ini mungkin bertemu dengan paus lain di tempat makanan yang sama dan berpisah, alih-alih kembali ke tempat asal mereka.
"Menemukan dua individu yang telah menyeberang antara Australia dan Brasil menantang apa yang kita kira kita ketahui tentang seberapa terpisah populasi-populasi ini sebenarnya," kata Stack.

















































