BrightspotCITY 2026: Saat Kurasi Brand Tak Hanya Soal Produk tapi Juga Intuisi dan Cerita

3 days ago 10

CANTIKA.COM, Jakarta - Di tahun ke-17 brightspot MRKT menghadirkan brightspotCITY yang datang dengan konsep yang segar dan beda. Digelar pada 26-31 Mei dan 4-7 Juni 2026, brightspotCITY 2026 hadir sebagai manifestasi dari energi kolektif warga kreatif dan mengusung konsep kota metropolis di lantai 7 dan 9 Agora Mall Thamrin Nine, Jakarta.

Dikenal sebagai kurator tren, brightspotCITY akan menghadirkan beragam local brand dengan berbagai produk unggulannya, mulai dari fashion hingga FnB. "Kita offline event, platform untuk brand-brand kreatif yang menurut kita paling bagus yang ada di Jakarta dan seluruh Indonesia," kata Founder brightspot MRKT Anton Wirjono di konferensi pers yang digelar Rabu, 20 Mei 2026 di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut Anton menyebut tahun ini adalah hamper dari 3000 local brand mendaftar untuk masuk ke dalam ekosistem brightspotCITY. Sebagai platform yang terkenal dengan kurasinya yang ciamik, tim brightspotCITY pun melakukan kurasi ketat, di mana hanya 251 brand yang akan bergabung di gelaran kali ini.

Kurasi Ketat

Soal brand lokal yang bergabung, Co-Founder Brightspot MRKT Cynthia Wirjono menjelaskan proses kurasinya tak mudah, di mana nantinya brightspotCITY juga akan menghadirkan banyak brand baru. "Kita juga ingin support banyak brand baru," ujarnya di kesempatan yang sama. Sosok yang akrab disapa Inong ini pun menyebut ada sekitar 47 persen brand FnB baru dan 31% brand retail baru. "Karena kita harus kasih space untuk brand-brand baru ini untuk bisa menumbuhkan bisnisnya, ya," lanjutnya.

Co-Founder Brightspot MRKT Cynthia Wirjono. Foto: Brightspot MRKT

Saat ditanya bagaimana tim brightspotCITY mengurasi brand yang akan hadir, Inong menyebut mereka melihat berbagai faktor, di mana selain kualitas produk, faktor lain seperti ide dan rasa dari brand, serta intuisi para kurator menjadi penentu apakah brand yang mengajukan aplikasi bisa diterima dan bergabung ke dalam ekosistem brightspotCITY.

"Kita (tim) ramai-ramai melihat barangnya, melihat brand story-nya, dari semua itu, kalau kita merasa percaya, kalau kata gen-z jika brand-nya enggak believable, they can can smell it, ini sama saat kita melihat semua (brand) itu. Kayak 'brand-nya sesuatu nih, honest, ngomongnya enggak ngada-ada'," jelas Inong saat menjawab pertanyaan Cantika di kesempatan tersebut.

"Ada macam-macam faktornya. Kadang-kadang ada sesuatu yang memang susah dijelaskan, tapi bisa dirasa. Jadi setengah dari kurasi itu memang data, setengah intuisi dari timnya," tambah Anton.

17 Tahun brightspot MRKT

Memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya, brightspot MRKT menempatkan dirinya tidak hanya sebagai ruang retail dan gaya hidup, tetapi juga sebagai bagian dari perkembangan ekosistem kreatif di Indonesia. Bukan menyoroti pencapaian semata, perhelatan ini menekankan upaya untuk tetap relevan, adaptif, serta terbuka terhadap perubahan dan dinamika komunitas kreatif yang terus berkembang.

Memasuki usia yang kerap dianggap sebagai fase kedewasaan, brightspot MRKT melihat perjalanan 17 tahunnya sebagai momentum refleksi. Fokusnya kini tidak lagi terbatas pada apa yang telah dicapai, tetapi juga pada dampak yang ingin dibangun ke depannya, termasuk dalam menciptakan ekosistem yang lebih transparan dan berkelanjutan bagi para pelaku kreatif yang terlibat di dalamnya.

Salah satu karakter yang konsisten terlihat sepanjang perjalanan brightspot MRKT adalah pemilihan lokasi acara yang cenderung tidak konvensional. Sejak pertama kali memanfaatkan area unfinished di Plaza Indonesia pada 2009, brightspot MRKT kerap menghadirkan acara di ruang-ruang yang sebelumnya tidak identik dengan pusat aktivitas kreatif maupun retail.

Pendekatan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan potensi ruang publik melalui pergerakan komunitas dan interaksi pengunjung. Pemilihan lokasi pun tidak semata mempertimbangkan aspek bisnis atau teknis, tetapi juga bagaimana sebuah ruang dapat membangun pengalaman kolektif.

“Kepekaan terhadap potensi sebuah tempat tidak berhenti di kemampuan membaca, tetapi juga keberanian untuk membangun sesuatu di dalamnya dan terus berbenah. Karena itu, yang dibangun bukan hanya experience, tetapi juga sistem yang tumbuh bersama komunitasnya. Bagi kami, retail bukan hanya transaksi, melainkan titik temu antara ide, identitas, dan kepercayaan komunitas. brightspotCITY menjadi bagian dari keyakinan tersebut,” ujar Co-Founder brightspot MRKT Leonard Theosabrata.

Pilihan Editor: 3 Jajanan Unik di Taman Brightspot yang Hadir dengan Konsep Berkelanjutan

LANNY KUSUMASTUTI

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |