BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan hujan masih akan turun di sebagian wilayah Jakarta hari ini, Rabu 8 April 2026. Tren hari-hari hujan masih akan berlanjut meski diperkirakan tak semua memiliki intensitas hujan yang sama.
Menurut BMKG, potensi hujan intensitas ringan hadir di seluruh wilayah daratan Jakarta kecuali Jakarta Selatan. Wilayah yang terakhir itu berpotensi memiliki hujan intensitas sedang atau lebih tinggi pada hari ini. Sedangkan Kepulauan Seribu diprediksi BMKG berawan saja sepanjang hari ini.
Untuk wilayah penyangga, BMKG juga memprediksi adanya hujan hari ini. Hujan intensitas ringan, kata BMKG, akan mendominasi dari Tangerang sampai Bekasi, begitu juga di Kota Depok. Hanya Kota Bogor diperkirakan ada hujan intensitas sedang dan Kabupaten Bogor bakal ada kemungkinan hujan lebat disertai petir.
Dalam peringatan dini hujan yang dirilisnya, BMKG meminta Jakarta dan sekitarnya siaga pada hari ini. Jakarta beserta sejumlah daerah lain yakni Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan disebutkannya tetap memiliki potensi hujan lebat-sangat lebat.
Monsun Kemarau tapi Masih Hujan
Terpisah, BMKG menjelaskan dinamika atmosfer pada masa peralihan musim saat ini dan sirkulasi siklonik yang masih berperan meningkatkan potensi hujan. Tak hanya di Jabodetabek, BMKG mengungkap hujan lebat, sangat lebat, bahkan ekstrem terjadi di daerah lainnya 2-5 April lalu.
Curah hujan tertinggi dengan intensitas ekstrem dan sangat lebat terpantau di Bengkulu (199,7 mm/hari), Jawa Barat (122,4 mm/hari), dan Aceh (112,5 mm/hari). Sedangkan hujan dengan intensitas lebat terpantau di Kalimantan Tengah (95,5 mm/hari), Jakarta (90 mm/hari), Banten (88,9 mm/hari), Papua Tengah (80 mm/hari), Sulawesi Selatan (63,2 mm/hari), dan DI Yogyakarta (62,5 mm/hari).
Menurut BMKG, hujan-hujan itu dampak masih aktifnya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah. Juga fenomena Madden-Julian Oscillation yang melintasi sebagian besar Sumatera.
"Selain itu, masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia juga turut membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi di sejumlah wilayah," bunyi keterangan BMKG dikutip dari Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 7 – 13 April 2026 yang dirilis Direktorat Meteorologi Publik BMKG pada Senin, 6 April 2026.
Faktor lainnya seperti perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari semakin mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan. Di sisi lain, terpantau adanya sirkulasi siklonik di sejumlah perairan yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.















































