Akreditasi Laboratorium Teruji, Komoditas Indonesia Makin Siap Tembus Pasar Internasional

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Uji Standar) kembali memperoleh reakreditasi sebagai laboratorium penguji berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Reakreditasi ini menjadi bukti pengakuan terhadap kompetensi teknis Laboratorium Karantina Uji Standar (LP-390-IDN) dalam menghasilkan data dan hasil pengujian yang akurat, konsisten, serta dapat dipercaya.

Dalam proses reakreditasi tersebut, Karantina Uji Standar juga mengajukan Perluasan Ruang Lingkup Akreditasi (PRLA) pada laboratorium Karantina Hewan, Karantina Ikan, Karantina Tumbuhan, serta Keamanan dan Mutu Pangan/Pakan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas laboratorium dalam mendukung kebutuhan pengujian yang semakin berkembang.

Kepala Karantina Uji Standar, Risma J.P. Silitonga dalam keterangannya menyampaikan, salah satu capaian penting dalam pengajuan PRLA adalah penambahan parameter aflatoksin pada komoditas pala. Melalui perluasan ruang lingkup tersebut, Laboratorium Karantina Uji Standar akan melanjutkan proses registrasi sebagai laboratorium penguji aflatoksin pada pala yang diakui sesuai persyaratan standar Uni Eropa.

Pengakuan melalui reakreditasi ini merupakan wujud komitmen institusi dalam menjaga mutu layanan laboratorium yang berstandar internasional. “Reakreditasi ini menunjukkan bahwa Laboratorium Karantina Uji Standar memiliki kompetensi yang terjaga dan terus berkembang. Hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam mendukung kelancaran perdagangan komoditas Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan laboratorium yang terakreditasi tidak hanya menjamin kualitas hasil uji, tetapi juga meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap komoditas asal Indonesia. Hal ini menjadi faktor penting dalam memenuhi berbagai persyaratan teknis yang ditetapkan negara mitra dagang.

Lebih lanjut Risma menjelaskan dengan semakin luasnya ruang lingkup akreditasi yang dimiliki, Karantina Uji Standar diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap sistem perkarantinaan dan perdagangan internasional. Penguatan kompetensi laboratorium tersebut juga menjadi bagian dari upaya Badan Karantina Indonesia dalam mendorong akselerasi ekspor komoditas unggulan nasional, termasuk pala, ke pasar Uni Eropa dan berbagai negara tujuan lainnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |