2025, Kanada Ekspor Barang Militer US$14,7 Juta ke Israel

4 hours ago 3

KANADA mengekspor barang dan teknologi militer senilai hampir US$ 14,7 juta atau sekitar Rp 262 miliar ke Israel sepanjang 2025. Nilai tersebut tercatat meski pemerintah Kanada tetap mempertahankan kebijakan tidak menyetujui izin ekspor senjata baru yang berpotensi digunakan dalam perang di Gaza.

Dilansir Anadolu, Laporan 2025 Annual Report on Strategic Goods and Technologies yang diterbitkan Global Affairs Canada pada 29 Mei 2026, nilai ekspor barang dan teknologi militer Kanada ke Israel selama tahun kalender 2025 mencapai US$ 14.671.705.

Laporan itu memuat data ekspor militer Kanada serta aktivitas perizinan ekspor barang strategis dan teknologi. Israel tercatat sebagai salah satu tujuan ekspor militer yang dikendalikan Kanada. Secara keseluruhan, ekspor militer Kanada ke negara-negara selain Amerika Serikat mencapai sekitar US$ 2,05 miliar sepanjang 2025.

Ekspor Kanada Tetap Berjalan

Menurut laporan TRT World, terdapat 50 izin ekspor yang digunakan untuk pengiriman barang militer ke Israel selama 2025. Izin yang digunakan tersebut tidak seluruhnya diterbitkan pada tahun yang sama.

Laporan itu menjelaskan bahwa izin yang dimanfaatkan mencakup otorisasi yang diterbitkan pada 2025 maupun tahun-tahun sebelumnya dan kemudian digunakan untuk ekspor selama periode pelaporan. Dengan demikian, pengiriman barang militer ke Israel tetap berlangsung melalui izin yang telah tersedia sebelum kebijakan pembatasan diterapkan.

Meski ekspor masih terjadi, pemerintah Kanada menegaskan tidak memberikan persetujuan baru untuk ekspor senjata yang dapat digunakan dalam konflik di Gaza.

“Sejak 8 Januari 2024, Pemerintah Kanada tidak menyetujui izin ekspor senjata baru ke Israel yang dapat digunakan dalam konflik di Gaza, dan pendekatan ini tetap berlaku,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

Kebijakan Kanada Digugat di Pengadilan

Data ekspor militer ke Israel yang dipublikasikan dalam laporan tahunan tersebut sejalan dengan dokumen yang sebelumnya telah diserahkan kepada Komite Tetap Urusan Luar Negeri dan Pembangunan Internasional House of Commons.

Laporan itu juga menyebut pendekatan pemerintah adalah menahan penerbitan izin baru serta menangguhkan sejumlah terbatas izin ekspor barang militer yang ditujukan ke Israel dan berpotensi digunakan dalam konflik Gaza.

Di sisi lain, kebijakan ekspor senjata Kanada ke Israel masih menghadapi tantangan hukum. Global Affairs Canada mencatat adanya permohonan peninjauan yudisial yang diajukan pada 2024 untuk menggugat izin ekspor dan perantara perdagangan senjata yang diterbitkan setelah 9 Oktober 2023.

Selain itu, terdapat gugatan terpisah yang menuduh Kanada melanggar kewajiban hukum nasional maupun internasional karena mengizinkan ekspor senjata ke Israel. Menurut laporan tersebut, kedua perkara itu masih berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |