REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN - Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) mendorong pengembangan kapasitas dan kemandirian wirausaha muda melalui Program Beasiswa Rocket Acceleration YABN 2026. Program ini bekerja sama dengan Sandination Academy di bawah naungan Yayasan Indonesia Setara serta Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan.
Setelah menjalani fase Zero to Hero Incubation selama 6 bulan dari bulan Februari – Juli 2026, sebanyak 24 peserta berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pembelajaran, pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara intensif. Prosesi graduation dan ceremonial kelulusan dalam gelaran Rocketpreneur’s Day 2026 ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada para peserta.
Tercatat 24 brand usaha dari berbagai jenis usaha berhasil dikembangkan oleh para peserta program. Mereka merupakan alumni penerima beasiswa Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) dan Mahasiswa aktif ULM yang memenuhi persyaratan.
Ketua Pengurus Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie mengatakan keberhasilan program ini bukan hanya ketika para peserta mampu menjadi pengusaha, tetapi ketika mereka bisa mengembangkan usahanya, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak yang lebih luas.
"Karena itu, kegiatan hari ini bukan akhir, tetapi menjadi awal untuk terus mengembangkan dan mendampingi mereka. Saya ingin suatu saat nanti mendengar para alumni bukan hanya berhasil menjadi pemimpin di pemerintahan maupun korporasi, tetapi juga mengatakan bahwa mereka telah membangun usaha dengan omzet yang besar dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Itulah salah satu tujuan kami, bagaimana Adaro bersama para mitra dapat ikut melahirkan pengusaha-pengusaha dari wilayah sekitar operasional,” kata dia.
Program Beasiswa Rocket Acceleration YABN 2026 dilandasi semangat keberlanjutan dari program beasiswa IBFL melalui post-scholarship development. Program ini hadir sebagai tahap lanjutan yang tidak lagi berfokus pada dukungan biaya pendidikan, tetapi pada penguatan kapasitas dan penciptaan wirausaha muda (student & alumni entrepreneurs) yang mandiri, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri mengatakan Rocketpreneur’s Day menjadi kesempatan emas bagi ULM untuk semakin memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan mahasiswa ULM dalam program tersebut, terutama karena sejumlah usaha mengangkat potensi dan produk lokal Kalimantan Selatan.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi daerah menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan keberanian untuk menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan inovasi serta memberikan solusi bagi masyarakat," ujar dia.
Business Pitching
Rangkaian Rocketpreneur’s Day 2026 juga dihadiri oleh Founder Sandination Academy dan Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno. Dia turut berkontribusi dalam pengembangan kapasitas dan wawasan kewirausahaan para peserta dengan mengisi sesi kuliah umum Business Insights dengan menghadirkan perspektif praktis untuk dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha mereka.
Sandiaga mengatakan Rocketpreneur’s Day 2026 menjadi ruang apresiasi bagi para entrepreneur muda yang memiliki inovasi dan potensi untuk mengembangkan usahanya, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga hingga tingkat nasional.
"Saya berharap mereka terus berinovasi, beradaptasi, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kolaborasi. Ukuran keberhasilan usaha bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga bagaimana memberikan dampak melalui tiga aspek, yaitu people, planet, dan prosperity. Usaha harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus menciptakan kesejahteraan,” ujar Sandi.
Dalam kesempatan ini, Sandiaga bersama dengan dewan juri lainnya yaitu Ketua YABN Zuraida Murdia Hamdie, Direktur Inkubator Bisnis Teknologi ULM Susi Apriana, serta pengusaha Darmawan Jaya Setiawan juga menguji dan menilai beberapa peserta secara langsung dalam sesi Business Pitching.
Awarding Beasiswa Rocket Acceleration 2026
Puncak kegiatan diadakan Awarding Beasiswa Rocket Acceleration 2026 untuk 11 peserta terbaik. Mereka terbagi atas kategori Ignition yaitu kepada Datangi Photobooth, Eavy Tech, Hampers by NH, dan Kriboz, serta empat bisnis dari ULM, yaitu Muda Berkarya, Sudut Rajut, Sugih Core, dan Xnotec.
Sementara kategori Lift Off diberikan kepada Bimbingan Belajar Bunga, Donatpia, dan Dimsumy. Para penerima award ini akan masuk ke tahap akselerasi bersama dengan peserta terbaik program Rocket lainnya.
Rocketpreneur’s Day 2026 menjadi momentum untuk melihat perjalanan para peserta Beasiswa Rocket Acceleration, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk terus berkembang melalui pembelajaran, berbagi pengalaman, jejaring, serta memperoleh masukan langsung langsung dari para praktisi. Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan semakin siap membawa bisnis mereka ke tahap berikutnya dengan strategi dan kapasitas yang lebih kuat.

11 hours ago
7














































