CANTIKA.COM, Jakarta - Sebagai orang dewasa, beristirahat di tengah hari sering kali terasa seperti barang mewah yang sulit digapai. Padahal, riset menunjukkan bahwa teknik relaksasi dapat membantu mengurangi burnout, kecemasan dan depresi, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Fenomena kelelahan massal ini dijawab oleh Maaliyah Symoné, praktisi Reiki asal New York, Amerika Serikat. Ia mendirikan Club Rest Stop, sebuah klub sosial khusus untuk orang-orang yang lelah.
Lewat inisiatif gratis ini, warga kota yang sibuk terutama kalangan Gen Z diundang berkumpul sekali dalam sebulan hanya untuk satu tujuan, yaitu bersantai dan beristirahat bersama.
"Orang-orang selalu mengeluh tentang kelelahan mereka. Mereka tidak tahu bagaimana beristirahat sendiri," jelas Symoné seperti dilansir Real Simple.
"Kita diajarkan hampir semua hal di sekolah kecuali cara beristirahat. Kita selalu diajarkan cara produktif dan mencapai lebih banyak hal. Tapi bagaimana kita bisa melakukan itu kalau kita semua kelelahan?"
Apa Saja yang Dilakukan di Klub Istirahat Ini?
Setiap pertemuan Club Rest Stop dibuat unik. Symoné menjelaskan bahwa setiap acara berfokus pada salah satu dari tujuh jenis istirahat meliputi fisik, mental, sensorik, kreatif, emosional, sosial, dan spiritual.
Kegiatan biasanya diadakan di taman terbuka, diawali dengan presentasi singkat mengenai jenis istirahat yang dipraktikkan hari itu dipandu oleh Symoné sendiri maupun pakar tamu. Setelah edukasi singkat tersebut, seluruh peserta dibebaskan masuk ke sesi waktu istirahat mandiri dalam suasana yang tenang.
Kenapa Beristirahat Berjemaah Lebih Membantu?
Secara psikologis, suasana komunitas ini membantu menormalisasi proses melambat (slow living), mirip seperti tradisi tidur siang saat masih kecil.
HJ Cho, seorang Pekerja Sosial Klinis Berlisensi, mengungkapkan bahwa budaya dewasa saat ini kerap memandang istirahat sebagai 'hadiah' yang baru boleh didapat setelah tubuh benar-benar tumbang.
"Di prasekolah, tidak ada yang mempertanyakan apakah tidur siang itu pantas, karena kita tahu itu dibutuhkan," ujar Cho. "Sebagai orang dewasa, kita masih memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan mental untuk istirahat, tetapi kerangka kerja itu telah hilang."
Bagi kamu yang suka merasa bersalah saat diam, beristirahat bersama kelompok bisa jadi solusi ampuh:
Beristirahat bareng-bareng juga bisa mengurangi rasa bersalah. "Beristirahat sendirian bisa jadi sulit karena kita harus menjawab kritik batin dalam diam tentang apakah istirahat ini pantas. Bersama orang lain, rasa bersalah itu berkurang," jelas Cho.
Dan, berada di dekat orang-orang yang tenang membuat sistem saraf merespons rasa aman secara alami. Ketenangan tersebut menular pada tingkat fisiologis sehingga otak dan tubuh bisa benar-benar rileks.
Meskipun inisiatif ini bermula di New York, Symoné berharap siapa saja bisa membentuk komunitas serupa di lingkungan masing-masing. "Inti dari klub sosial adalah menemukan orang lain yang melakukan aktivitas yang kamu sukai atau yang ingin kamu lakukan lebih banyak," pungkasnya.
Pilihan Editor: Millennials dan Gen Z Rentan Burnout, Kok Bisa? Ini Penjelasan Lengkapnya
REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.










































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)






