Menteri Zulkifli Hasan Jelaskan Penyebab Minyakita Langka

3 hours ago 2

MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas merespons fenomena kelangkaan stok Minyakita yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah.

Ia menuturkan, pada dasarnya Minyakita yang merupakan transformasi dari minyak curah yang diberi kemasan itu sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan di pasar-pasar tradisional dengan harga terjangkau.  Namun kemudian terjadi pergeseran konsumsi secara masif, di mana lebih banyak kalangan masyarakat memburu Minyakita hingga merambah ke supermarket atau ritel modern.

"Minyakita itu kan sebetulnya untuk pasar tradisional. Tapi sekarang semua orang beli, termasuk di supermarket-supermarket, ya tentu stoknya jadi kurang," kata Zulhas di Yogyakarta, Kamis, 16 April 2026.

Menurut dia, retail modern seharusnya didominasi oleh merek-merek minyak goreng premium dengan pasar konsumen tersendiri.

Ia menuturkan selisih harga antara Minyakita dan merek minyak premium sebenarnya juga tergolong tipis. Yakni mulai Rp 16.000 hingga Rp 17.000 untuk kategori minyak premium.

Meski demikian, Zulhas memastikan bahwa ketersediaan minyak goreng secara nasional masih mencukupi. Meski ia memberikan catatan khusus untuk merek subsidi tersebut. 

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pemerintah akan kembali memfokuskan distribusi Minyakita khusus ke pasar tradisional untuk memastikan ketersediaannya bagi masyarakat paling membutuhkan. 

Zulhas menyatakan bahwa minyak goreng secara umum tersedia cukup, namun ketersediaan Minyakita memang akan diprioritaskan di pasar rakyat.

Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menginstruksikan seluruh jajarannya di daerah untuk segera melakukan langkah preventif. Pada Senin, 13 April 2026, Rizal menegaskan pentingnya pelaksanaan operasi pasar guna meredam gejolak harga Minyakita yang mulai melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. 

Upaya ini dilakukan setelah adanya evaluasi nasional yang menyoroti keluhan masyarakat mengenai ketidakstabilan harga pangan di lapangan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |