Menteri-Menteri Israel Serukan Serangan ke Gaza Dilanjutkan, Tolak Pata Jalan Perdamaian Trump

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri-menteri Israel menyerukan dilanjutkannya serangan militer ke Jalur Gaza dan menolak peta jalan implementasi fase kedua dari rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump. Anadolu melaporkan pada Jumat (7/8/2026), melansir berita-berita media Israel.

Menurut Israel Hayom, seruan itu muncul dalam sebuah rapat Kabinet Keamanan Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis (6/8/2026). Sejak perjanjian gencatan senjata efektif berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel terus melanjutan pelanggaran kesepakatan lewat serangan harian ke Gaza yang menewaskan 1.252 warga Palestina dan mengakibatkan 4.120 lainnya luka-luka, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pada Jumat pekan lalu, Dewan Perdamaian Gaza (BoP) bentukan Trump mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan, di mana Israel mempertimbangkan posisinya di Gaza. Namun, menteri Ze’ev Elkin, Bezalel Smotrich, Orit Strock dan Avi Dichter dalam rapat kabinet meminta serangan militer ke Gaza dilanjutkan.

"Jika Israel tidak melancarkan serangan dalam dua pekan, itu akan berarti bahwa (Israel) menerima peta jalan itu," kata Elkin, sembari menyerukan penolakan resmi atas peta jalan yang saat ini disusun oleh BoP.

Smotrich, Strock dan Dichter menuntut Netanyahu mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi oposisi Israel terhadap implementasi fas kedua gencatan senjata di Gaza.

"Anda pandai dalam bermanuver, tapi setelah penerbitan dokumen resmi (BoP), kita harus mendelegitimasinya. Kita tidak bisa melanjutkan manuver," kata Smotrich kepada Netanyahu.

"Hamas tidak boleh terisa. Hamas harus dihapuskan," kata Smotrich.

BoP pada pekan lalu mengeluarkan draf kesepakatan yang menggarisbawashi prinsip-prinsip dan mekanisme implementasi fase selanjutnya dari rencana perdamaian Gaza ala Trump. Dokumen termasuk berisi keamanan, pemeruntahan, dan pengaturan transisi atas Gaza, dan juga sebuah proposal trek politik.

Adapun, militer Israel saat ini menguasai 70 persen wilayah Jalur Gaza menyusul perang genosida yang telah membunuh 73 ribu warga Palestina dan meluki 174 ribu lainnya sejak Oktober 2003, menurut angka-angka yang dirilis resmi oleh pihak Palestina.

sumber : Antara, Anadolu, WAFA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |